18 dari 22 Kelurahan Se-Kota Cirebon Sudah Bebas BAB Sembarangan

oleh -1 views

Foto : Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan kota Cirebon, Juliantina Mulus Rahayu

INFOCRB.COM, CIREBON.- Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyebutkan di Tahun 2021 ini sudah 18 kelurahan yang ODF (Open Defecation Free) atau bebas dari Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan kota Cirebon, Juliantina Mulus Rahayu, Kamis (15/4/2021).

Dijelaskannya, 18 kelurahan ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan. Pasalnyaz pada tahun sebelumnya baru satu kelurahan yang dinyatakan bebas BAB sembarangan. “Tahun sebelumnya satu kelurahan, tahun ini ada 17 Kelurahan, jadi totalnya sudah 18 kelurahan yang ODF dari total 22 kelurahan se-Kota Cirebon,” kata dr Juliantina.

Ia menerangkan, ada empat kelurahan yang belum ODF yakni Kelurahan Kasepuhan, Lemahwungkuk, Pulasaren dan Argasunya. Terkait deklarasi, kata Juliantina, hal itu untuk memastikan. “Sebelum diberi sertifikat deklarasi, kami verifikasi terlebih dahulu, memastikan dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

dr Juliantina mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mensosialisasikan hidup bersih dan sehat dan di akhir 2021 ini seluruh kelurahan di Kota Cirebon sudah bebas dari BAB sembarangan. “Kami bersama perangkat daerah dan instasi serta lembaga terkait yakni BP4D, DPRKP, DPUPR, Forum Kota Sehat berupaya mewujudkan Kota Cirebon 100 persen ODF,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BPPPPD Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, sudah menjadi bagian tugas dari pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk sikap dan prilakunya agar lebih bersih dan sehat. “Diharapkan kedepan semua kelurahan yang ada di Kota Cirebon itu harus ODF, tapi memang tidak mudah karena menyangkut perilaku, perlu peran serta semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Iing mengajak masyarakat untuk hidup lebih bersih dan sehat. “Mari kita wujudkan ODF ini, jangan BAB sembarangan, karena apa yang dilakukan pemerintah tidak ada artinya kalau tidak disertai kesadaran masyarakat,” ujarnya. (Pey)

Komentar on Facebook