BeritaCirebon

Addendum Alun-alun Kejaksan Segera Selesai, DPUPR Jelaskan Perjalanan Kontrak

Foto : Dokumentasi

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pada tanggal 16 Oktober nanti, masa addendum pertama proyek pembangunan alun-alun Kejaksan tahap kedua akan berakhir, dan dilihat dari progres di lapangan, kemungkinan besar pihak kontraktor akan mengajukan penambahan masa kerja atau adendum kedua.

Kepala DPUPR Kota Cirebon, Syaroni menuturkan, perjalanan proyek alun-alun sejak mulai proses lelang di awal tahun 2020 lalu.

Disebutkan Syaroni, ada tiga pekerjaan pada revitalisasi alun-alun tahap kedua ini, yakni review konsultan perencanaan, pekerjaan kontruksi, serta pekerjaan perencanaan.

Pekerjaan di tahap review konsultan perencanaan, sesuai kontrak dilaksanakan pada bulan Januari 2020, mulai tanggal 02 sampai 31 Januari.

Setelah itu, pekerjaan dilanjut dengan lelang pada bulan Februari, berjalan sekitar satu bulan hingga akhir Februari proses lelang di LPSE memunculkan satu pemenang, dan tertanggal 04 Maret SPK kontruksi ditandatangani.

“Kita sudah melakukan review dengan inspektorat, jadi Alun-alun Kejaksan itu ada tiga bagian pekerjaan,” ungkap Syaroni.

Sesuai SPK yang ditandatangani 04 Maret tersebut, lanjut Syaroni, seharusnya pekerjaan selesai dengan batas akhir tanggal 16 Agustus 2020.

Namun karena alasan dari bulan Maret-April mulai terjadi pandemi, sehingga prosesnya terhambat, dan saat itu laporan di DPUPR progres pekerjaan baru sampai di angka 30 persen, dan dengan progres tersebut, seharusnya termin pertama pembayaran sudah bisa dicairkan.

Baca Juga:  HUT ke-2, KPP Pratama Cirebon Satu dan Dua Gelar Tax Gathering secara Virtual

Bulan Juli, catatan DPUPR menyebutkan progres mencapai 42 persen, itupun belum ada kepastian kapan anggaran dari Provinsi akan turun, sampai pada bulan Agustus dengan progres hampir 48 anggaran belum ada kepastian turun atau tidak.

“Tapi saat itu, bulan Juli belum ada kejelasan dari Provinsi soal pembayaran, sedangkan ini proyek tanpa uang muka,” lanjut Syaroni.

Dengan kondisi pandemi, ditambah dengan belum adanya kepastian mengenai anggaran, pekerjaan pun berjalan lambat, meskipun di lapangan masih ada pekerjaan namun tidak menunjukkan progres yang signifikan.

Belakangan di bulan September, ada informasi bahwa tiga proyek di Kota Cirebon yang bersumber dari APBD Provinsi akan dihandle oleh anggaran yang digelontorkan PT SMI melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ada info akan ada program PEN, 16 Agustus adendum sampai 16 Oktober, dengan asumsi, jika PEN turun, bisa selesai sebelum 16 Oktober, tapi ternyata PEN baru bisa diajukan 5 sampai 14 Oktober, dan baru bisa turun ke kas daerah 5-6 November,” jelas Syaroni. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close