Aksi Turun ke Jalan Akhirnya Terjadi, Dukung Pendidikan dan Minta Klarifikasi ke Walikota

oleh -38 views

Foto : Aksi Elemen Masyarakat Cirebon di Jalan Siliwangi

INFOCRB.COM, CIREBON.- Aksi turun ke jalan yang dilakukan Elemen Masyarakat untuk mengawal pengembangan pendidikan di Kota Cirebon akhirnya benar-benar terjadi, Kamis (14/10/2021).

Sedikitnya 26 elemen masyarakat yang terdiri dari GMBI Kota Cirebon, LSM Gapura, LSM Penjara, Laskar Merah Putih, Kaukus Muda, LSM BAR, Al Jabar, Lakri, AMX, GMK, GIBAS, GRIB, AKM, Manggala Garuda Putih, Cakra Lang Buana, PBB, GATSU AMX, GM FKPPI, CIB, GATSU AMX, LMPI, BARET, RBNI, Forum Kebangsaan, Aliansi Pemuda Peduli Bangsa, LKBH Bibit dan KBH ikut menolak aksi balasan GMBI Cirebon Raya.

Qorib Magelung Sakti dari LKBH Bibit mengatakan, pihaknya untuk mendukung kondusifitas Kota Cirebon yang peduli pengembangan pendidikan.

“Kita di sini bukan untuk mengacaukan Kota Cirebon tetapi untuk mengamankan Kota Cirebon dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu saya mengajak kawan-kawan jangan sampai ada yang terprovokasi ,” tandas Qorib.

Di tempat yang sama, Reno Sukrisno dari Kaukus Muda menegaskan, sampai kapan pub Kota Cirebon harus kondusif, karena itu kondisifitas Kota Cirebon bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot Cirebon, aparat hukum tetapi juga menjadi tanggung jawab elemen masyarakat Kota Cirebon.

“Maka kawan-kawan harus sepakat yang berdiri dan berhadap-hadapan di sini bukan merupakan sesuatu yang naif tetapi untuk menjaga kondusifitas. Siapapun baik secara individu maupun organisasi yang ingin merusaka tatanan kondusifitas di Kota Cirebon, maka mereka harus siap berhadapan dengan kita semuanya yang tergabung dalam elemen masyarakat,” seru Reno.

Dikatakan Reno, pihaknya dari elemen masyarakat Kota Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon, aparat penegak hukum karena selama dua tahun terkungkung ruang gerak oleh pendemi Covid-19, karena berkat kerja keras Pemkot Cirebon, apapar penegak hukun dan masyarakat, akhirnya Kota Cirebon telah turun ke level 2.

“Saat turun menjadi level 2 di Kota Cirebon berdampak baik perkeonomian dan terutama kepada pendidikan yang tidal lagi menjalani pembelajaran jarak jauh tetapi sebagian sudah melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya.
Kehadiran dalam aksi ini, tambah Reno, dalam rangka mendukung pengembangan proses pendidikan di Kota Cirebon

“Sayangnya, ada sekelompok orang yang mencoba merusak dan mengganggu proses pengembangan pendidikan di Kota Cirebon dengan berbagai macam fitnah, maka apa yang akan kita lakukan kawan-kawan? sikat dan tidak akan mundur satu langkahpun,” tegas Reno.

Dihadapan Walikota, Reno mewakili elemen masyarakat Kota Cirebon mendeklarsikan untuk mendukung pemerintah dalam hal pengembangan proses pendidikan di Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi mengatakan, pihaknya melakukan aksi di Jalan Siliwangi guna menanyakan dasar-dasar dari Pemda Kota Cirebon yang mengeluarkan surat pinjam pakai lahan ke pihak lain.

“Apa yang menjadi dasar Pemda Kota Cirebon meminjam pakaikan (lahan), dan belum mendapat jawaban,” kata Maman.

Diungkapkan Maman, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menunggu balasan atau klarifikasi dari Pemda Kota Cirebon serta dasar-dasar hukumnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengatakan, audensi dengan pihak yang menyampaikan aspirasi tersebut membuahkan hasil. “Minimalnya masing-masing yang bersangkutan (GMBI) dengan Pemda Kota Cirebon, kerangkanya sudah dipahami bersama, tinggal bagaimana nanti Pemda membuktikan melalui menjawab permohonan klarifikasi itu,” kata Azis.

Menurut Azis, GMBI pun menyampaikan kepada ia bahwa aksi tersebut tidak ada maksud lain-lain, hanya mengoreksi atas kemungkinan terjadinya kesalahan yang dilakukan pemerintah. “Tugas kami Pemda, akan mengumpulkan data-data pendukung tentang kronologis dari mulai pertama kali kami melakukan MoU dengan Kemenkeu sampai terjadinya hibah dari Kemenkeu ke Pemda soal aset,” katanya.

Azis bersyukur bahwa GMBI ini hanya ingin mengoreksi hal tersebut. “Mengoreksi ini menjadi kewajiban kita bersama, tidak ada permasalahan yang krusial yang kemudian terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” kata Azis.

“Pemda pun diambil mengambil kebijakan atau produk hukum, memuat dasar dasar hukum, tinggal dasar-dasar hukum ini akan kami sampaikan ke GMBI, umumnya masyarakat secara tertulisnya,” imbuh Azis.

Di sisi lain, Azis mengatakan, pihaknya mendukung deklarasi dari Elemen Masyarakat Cirebon dan pihaknya terus berupaya untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Cirebon harus tetap dilanjutkan.

“Harus terus kita kawal, namun dengan hati yang damai. InsyaAllah semuanya tidak akan menimbulkan permasalahan-permasalah bagi pemerintah” ujarnya.

“Karena pada hakikatnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah ini, semata-mata untuk meningkatkan dunia pendidikan di Kota Cirebon,” lanjut dia.

Oleh karenanya, Azis meminta kepada masyarakat yang mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan dunia pendidikan, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun.
“Perjuangan kita jangan dinodai dengan hal-hal yang tidak kita inginkan. Setiap orang boleh menyampaikan pendapat. Namun kebenaran itu nanti akan terwujud melalui proses,” pungkas Azis.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota