Aliran Air Minum Belum Lancar, Ini Penjelasan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata

oleh -1 views

INFOCRB.COM. CIREBON- Masih belum lancarnya aliran air minum di sejumlah wilayah di Kota Cirebon, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon kembali menyampaikan klarifikasi dan informasinya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari menjelaskan, faktor yang menyebabkan terganggunya pelayanan air.

“Ada dua penyebab terganggunya pelayanan air terutama di wilayah yg pelayananya mash di bawah 10 jam yakni faktor alam dan faktor teknis,” jelas Opang sapaan akrabnya, Minggu (10/2).

Faktor alam, lanjut Opang menjelaskan, yang dialami saat ini merupakan Siklus tahunan yg terjadi hampir setiap tahun pada bulan Januari, Februari, dan Maret itu merupakan siklus mepet sumber. Pasalnya, kata Opang, sumber air PDAM Kota Cirebon berasal mata air, berbeda dengan yang sumbernya dari waduk atau telaga, dimana ketika musim hujan maka airnya akan lancar.

“Karena air hujan langsung ditangkap oleh waduk atau telaga tersebut, kalau mata air perlu proses resapan dulu melalui akuifer-akuifer yang ada,” ujarnya.

[ads1]

Opang mengaku, siklus tersebut tahu ini merupakan yang terparah, sebagaimana rasakan, biasanya hujan pada perayaan Imlek itu turun terus menerus, berbeda dengan tahun ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera turun hujan dengan intensitas yg cukup tinggi,” harapnya.

Untuk faktor teknis, menurut Opang, program pembangunan SPAM belum selesai, masih ada pekerjaan yang harus pihaknya lakukan. Setelah pemasangan pipa Jaringan Distribusi Utama JDU sepanjang kurang lebih 7,4 km.

“Tahun ini kami akan bangun reservoar 9000 m3 dan secara simultan kami sedang merevitalisasi jaringan pipa di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Adapun solusi untuk mengatasi kondisi tersebut, Opang mengatakan, untuk jangka pendek yang pertama pihaknya lakukan adalah droping air bagi pelanggan terdampak dengan menggunakan tanki gratis.

“Kedua kami melakukakan optimalisasi penyelaman sumur, pembuangan udara yg terjebak dalam pipa, baik pipa transmisi maupun distribusi. Ketiga, kami akan menambah kapasitas dan mengoptimalkan operasional pompa yang ada menjadi lebih besar agar tekanan air lebih tinggi. Ke empat menangani kebocoran secara maksimal dan merevitalisasi pipa yang sudah tidak sesuai lagi,” jelasnya.

Dan untuk penanggulangan jangka menengahnya, dijelaskan Opanh, yakni menyelesaikan program SPAM yang sedang dibangun. Serta untuk penanggulangan jangka panjangnya, pihaknya sudah mengikuti program SPAM Regional Jatigede dan Kerjasama dgn PDAM Kabupaten Kuningan untuk menambah debit air baru.

“Kami juga sedang mengikuti program SPAM regional,” pungkasnya. (Agi)

[ads2]

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan