Awalnya Iseng, Pemuda Ini Kian Sukses Menekuni Usaha Tempe Milik Keluarganya

oleh -8 views

INFOCRB.COM, CIREBON- Siapa yang tak kenal tempe? Bagi masyarakat Indonesia, makanan yang berbahan dasar kacang kedelai ini bisa dibilang sebagai menu pelengkap dalam setiap kreasi hidangan. Dibalik harganya yang ekonomis, tempe juga bisa menjadi salah satu alternatif usaha bagi kalangan muda, dimana semakin ketatnya persaingan di dunia kerja belakangan.

Siang itu, seperti biasanya, Bambang (28 tahun), kembali berkutat di pabrik pengolahan tempe tradisional yang juga merupakan kediamannya. Selang beberapa jam beristirahat setelah menjajakan dagangan tempenya di salah satu pasar tradisional di Cirebon Barat. Nampaknya, rutinitas itu merupakan hal yang tak terpisahkan baginya selama 3 tahun terakhir.

Bambang sapaan akrabnya, sudah menjalani profesi sebagai pembuat, penjual, dan pensuplai tempe patut diapresiasi sebagai pemuda yang mampu melawan stigma negatif ditengah derasnya arus informasi yang memberitakan masih banyaknya angka tuna karya di Indonesia.

Berlokasi di Desa Kedung Jaya Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, pabrik olahan tempenya berproduksi setiap hari dibantu salah seorang karyawan. Menurut pengakuannya, awal terjun dibidang usaha ini, ia sama sekali buta akan seluk beluk dunia usaha termasuk yang digelutinya.

“Kalau bisa digambarkan, saya awal-awal itu kaya baru masuk ke dunia luar dan ngga tahu apa-apa. Ada dorongan sih dari keluarga, dan sebagai tulang punggung saya bisa bilang pasrah sebenarnya,” kata Bambang.

Manis pahit sudah ia rasakan dalam menjalani profesi ini, namun kendala yang sering dikeluhkan adalah sulitnya mencari orang yang mau bekerja di pabrik tempe rumahan. “Susah nyari orang apalagi pemuda yang mau kerja di sini, padahal gaji yang saya kasih sudah UMR ditambah bonus mess dan makan kalau pun ada hanya bertahan 3 bulanan saja,” tutur pria berkacamata itu.

Dari hasil jerih parahnya, pria tamatan SMK ini telah memiliki indekos 4 pintu dan sebuah kendaraan pribadi. Disamping itu, keberadaan usahanya telah membantu para reseller tempe yang setiap hari mengambil tempe dari pabriknya. “Iya lumayan banyak yang ambil, kebanyakan sih penduduk sekitar dan tetangga desa, tambahnya.

Ia pun mengamini, ketatnya dunia usaha dibidang yang ditekuninya cukup signifikan, karena industri rumahan tempe di Cirebon jumlahnya relatif banyak. Ke depan, dia pun berharap masih diberi kesempatan untuk mengisi produk unggulannya ke restoran dan rumah makan yang berlokasi di Cirebon.

“Sudah ada beberapa rumah makan yang ngambil dari sini, walaupun belum banyak tapi disyukuri saja. Namanya usaha, pasti ada persaingan tapi yang penting konsisten dan jaga kualitas aja. Kalau soal rezeki udah ada yang ngatur, jalan aja dulu nanti juga terbiasa kalau jatuh bangun anggap saja kita lagi naik rollercoaster kehidupan,” tandasnya. (Tgr)

Komentar on Facebook