Belum Ada Aturan Baru, KAI : Rapid Tes Untuk Naik KA Jarak Jauh Masih Berlaku

oleh -16 views

Foto : Manager Humasda PT KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif

INFOCRB.COM, CIREBON.- Beredar informasi terkait pemberangkatan Kereta Api mulai tanggal 18 Desember 2020 sampai 06 Januari 2021 tidak lagi menggunakan hasil rapid tes dan diwajibkan menggunakan swab antigen di media sosial beberapa hari terakhir.

Untuk mengetahui kebenarannya, Infocrbcom mencoba konfirmasi ke pihak PT. KAI Daop 3 Cirebon, Jumat (18/12/2020).

Ditemui di ruang kerjanya, Manager Humasda PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif menyampaikan, informasi yang beredar tersebut, pihaknya menegaskan bahwa PT. KAI sampai saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 yakn SE Nomor 09/ 2020 tentang perubahan atas Surat Edaran nomor 7 tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Kami masih mengacu pada SE Satgas Covid-19, masyarakat atau calon penumpang harus memiliki tes rapid dengan hasil non reaktif, sampai hari ini yang merubah atau revisi aturan tersebut belum ada,” ungkapnya.

Adapun aturan tersebut, dijelaskannya lebih lanjut, yakni pelanggan kereta api jarak jauh diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan).

Atau, surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas, bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan/atau rapid test.

“Sesuai SE DJKA No 14 tahun 2020, kapasitas kereta masih diatur batas maksimal yang dapat dijual untuk menciptakan physical distancing selama dalam perjalanan,” terangnya.

Terkait dengan kebijakan swab antigen, kata Luqman, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah.

“KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah, sehingga jika sewaktu-waktu terdapat perubahan kebijakan maka pihaknya akan mengikuti ketetapan dari pemerintah,” ucapnya.

Daop 3 Cirebon, menurut Luqman, melayani rapid tes bagi calon penumpang di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan dengan jam operasional pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB serta biaya sebesar Rp 85 ribu Calon penumpang KA yang ingin melakukan rapid tes di Stasiun harus memiliki kode booking tiket KAJJ yang telah terbayar lunas.

“Bagi calon penumpang yang kedapatan reaktif saat rapid tes tidak diperkenankan melakukan perjalanan KA dan tiket akan dilakukan pengembalian bea 100% diluar bea pesan serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan