BeritaCirebon

BPKK : Tradisi Muludan itu Tidak Bisa Dihilangkan

Foto : Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat

INFOCRB.COM, CIREBON.- Terkait rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon bahwa perayaan Maulid Nabi atau Muludan Tahun 2020 ditiadakan. Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat angkat bicara.

Menurutnya, Muludan ini merupakan tradisi sehingga tidak dapat dihilangkan. “Soal Muludan, yang pasti Muludan itu tidak bisa dihilangkan,” ujar Alexandra saat ditemui di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Kamis (17/9/2020).

Terkait konsep Muludan di tengah pandemi, Alexandra mengungkapkan, hal itu belum dibicarakan seperti apa konsepnya.

“Tadinya, saya meminta rekomendasi protokol kesehatan ke Gugus Tugas Kota Cirebon,” ungkapnya.

Soal rekomendasi Gugus Tugas, Alexandra mengaku, akan membicarakan lebih lanjut dengan Sultan Sepuh XV.

“Tetapi, tradisi di dalam akan tetap dilaksanakan,” ucapnya.

Tradisi tersebut, dijelaskannya, antara lain buka bekasem, cuci-cui piring pusaka, ada juga tradisi yang dalam satu minggu jelang puncak Maulid Nabi.

“Tradisi yang inti harus tetap ada, cuma konsepnya nanti kami bicarakan dengan Sultan Sepuh, waktu Bulan Puasa juga kami ada tradisi, itu tetap dilaksanakan tapi membatasi yang hadir biasanya semua wargi ikut, itu sebagai bentuk menjaga protokol kesehatan,” ucap Alexandra.

Baca Juga:  Arcandra Tahar Jabat Komisaris Utama PGN

Sebelumnya, mengingat kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon semakin hari semakin meningkat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon merekomendasikan Tradisi Maulid Nabi atau Muludan di Keraton Cirebon ditiadakan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota, Agus Mulyadi, Rabu (16/7/2020).

“Berikatan dengan perayaan Maulid Nabi yang biasa menjadi tradisi baik di Keraton Kanoman maupun Kasepuhan termasuk Kacerbonan, Gugus Tugas merekomendasikan tidak dilaksanakan,” ujar Agus Mulyadi usai rapat evaluasi penerapan AKB bersama Tim Gugus Tugas.

“Kami mengharapkan Kasultanan Kasepuhan, Kanoman dan Kacerbonan memahami kondisi ini,” imbuhnya.

Diterangkan Agus Mulyadi, Gugus Tugas mempertimbangkan berbagai hal diantaranya physical distancing dan kasus Covid-19 di Kota Cirebon. Ia khawatir penambahan positif akan meningkat signifikan sementara gugus tugas berusaha untuk menekan jumlah penularan.

“Ada pertimbangan yang akhirnya memutuskan untuk tradisi muludan ditiadakan,” ujarnya.

Pihaknya akan menyampaikan rekomendasi kepada Sultanan Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacerbonan. Dia berharap dapat dipahami apa yang menjadi keinginan gugus tugas.

“Dalam waktu dekat akan kami sampaikan,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close