Cara Memilih Air Minum Isi Ulang Yang Baik Untuk Dikonsumsi

oleh -109 views

INFOCRB.COM, HEALTH – Air merupakan materi penting dalam kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Bagi manusia, kebutuhan akan air adalah mutlak karena 70% zat pembentuk tubuh manusia terdiri dari air. Air dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan keperluan lainnya. Biasanya semakin tinggi taraf kehidupan, semakin meningkat pula jumlah kebutuhan air. Kebanyakan masyarakat selama ini sering mengkonsumsi air yang banyak diambil dari sumur dan air dari Perusahaan Air Minum (PDAM). Syarat untuk air yang dikonsumsi manusia sehari-hari / air minum harus melalui proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No. 492 Tahun 2010, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Kecenderungan penggunaan air minum isi ulang oleh masyarakat semakin meningkat, salah satu penyebabnya adalah pencemaran air tanah yang semakin parah hingga saat ini. Air minum isi ulang adalah salah satu jawaban pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat yang murah dan praktis. Hal ini yang menjadi alasan mengapa masyarakat memilih air minum isi ulang untuk dikonsumsi. Air minum isi ulang adalah salah satu jenis air minum yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu, karena telah mengalami proses pemurnian baik secara penyinaran ultraviolet, ozonisasi, ataupun keduanya.

Berdasarkan penelitian Fitri Marizki tahun 2017, terdapat beberapa parameter yang digunakan pada pengujian air isi ulang secara kimia, yaitu meliputi pH (derajat keasaman), logam berat, dan kesadahan total, Sulfat (SO4 2- ), Nitrat (NO3 – ) dan Amonia (NH4 + ).

Derajat keasaman atau pH merupakan nilai yang menunjukkan aktivitas ion hidrogen dalam air. Nilai pH dipengaruhi oleh beberapa parameter, antara lain aktivitas biologi, suhu, kandungan oksigen dan ion-ion. Pengaruh pH terhadap air adalah sangat besar, untuk air minum jika pH air terlalu rendah akan berasa pahit atau asam, sedangkan jika terlalu tinggi maka air akan berasa tidak enak (kental atau licin). Pada manusia, logam berat dapat menimbulkan efek kesehatan tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat di dalam tubuh. Adapun logam berat yang dapat dijumpai dalam air meliputi Chadmium (Cd), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), Besi (Fe), Seng (Zn), Mangan (Mn) dan lain sebagainya. Logam-logam berat tersebut termasuk mineral anorganik, yang mana apabila kadarnya berlebihan dalam air akan menyebabkan perubahan warna pada air menjadi keruh atau berwarna kekuning-kuningan, air menjadi berbau, dan memiliki rasa tertentu. Salah satu contohnya apabila air mengandung besi, air akan menjadi keruh, berbau dan tidak menyenangkan untuk dikonsumsi karena air yang tinggi kandungan besinya mempunyai rasa yang tidak enak. Parameter kimia lainnya yang perlu dilakukan pengujian pada air minum isi ulang adalah kesadahan total, , Sulfat (SO4 2- ), Nitrat (NO3 – ) dan Amonia (NH4 + ). Air minum yang mempunyai tingkat kesadahan, kadar sulfat, nitrat dan ammonia yang terlalu tinggi dapat membahayakan kesehatan.

Syarat nilai pH kualitas air untuk diminum berkisar antara 6,6-7,8. Konsentrasi logam berat pada air minum yang diizinkan apabila masih berada di bawah batas maksimal sebagaimana standar yang ditetapkan oleh Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu Cd 0,003 mg/L, Mn 0,1 mg/L, Fe 0,3 mg/L, Cu 1 mg/L, Pb 0,01 mg/L, dan Zn 3 mg/L. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 492/Menkes/ Per/IV/2010 standar maksimal kesadahan 500 mg/L, SO4 2- 250 mg/L, NO3 – 50 mg/L, dan NH4 + 1,5 mg/L.

Menurut Albina Bare Telan tahun 2015, tips memilih air isi ulang yang sehat, yaitu tampilan depan Depot Air minum, pastikan bersih dan terawat, cium tutup galon berbau plastik atau tidak, karena kini banyak sekali tutup galon yang menggunakan bahan plastik daur ulang yang benar-benar tidak higenis, lihat uji lab yang ada, lazimnya di tempel di dinding, cek rasa airnya, asam atau tidak karena bila asam berarti tidak baik untuk dikonsumsi, lamanya waktu pencucian dan penyimpanan air dalam tempat penampungan mempengaruhi kualitas sumber air yang digunakan.

Air isi ulang yang layak dikonsumsi adalah yang memiliki kandungan bahan kimia, baik bagi organik maupun anorganik dalam jumlah yang tidak melebihi batas yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kita tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsi air minum, yang mana air yang kita minum itu harus jelas sumbernya.

Penulis: Rezania Febiola

MADING CRB ADALAH KATEGORI BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan