BeritaCirebon

Di Kayu Walang, Jalan Penghubung Kota-Kabupaten Cirebon Ambles

Foto : jalan ambles di Kampung Kayu Walang

INFOCRB.COM, CIREBON.- Tidak hanya menyebabkan beberapa titik di Kota Cirebon terendam banjir, ternyata hujan deras serta angin kencang yang turun akhir pekan lalu menyebabkan tanah longsor di beberapa titik, salahsatunya senderan sungai di jalan Kayuwalang, Karyamulya, Kesambi.

Bagian Jalan penghubung antara Kota dan Kabupaten tersebut, tepatnya jalan yang menghubungkan Kelurahan Karyamulya dengan Desa Kalikoa, yang berada di pinggiran sungai longsor hingga memakan setengah badan jalan, satu bangunan permanen yang ada diatasnya pun nyaris roboh.

Supervisor Pusdalops-PB Kota Cirebon, Aji Akbar menyampaikan bahwa laporan mengenai longsornya senderan sungai di jalan Kalikoa tersebut baru masuk Selasa (11/2/2020) kemarin sekitar jam 10 siang.

“Lokasinya di jalan Kayuwalang, longsor yang mengakibatkan satu bangunan nyaris roboh, laporannya baru masuk kemarin mas,” ungkap Aji.

Menurut laporan yang masuk, lanjut Aji, kejadian sendiri terjadi pada Sabtu (8/2/2020) akhir pekan lalu sekitar pukul 00.00 WIB, saat beberapa titik di wilayah Cirebon dikepung banjir.

“Waktu kejadian hari Sabtu tanggal 8 Februari kemarin,” lanjut Aji.

Untuk diketahui, pada saat itu, wilayah Cirebon tengah diguyur hujan deras yang terus menerus mulai hari Jumat sekitar pukul 18.00 hingga reda sekitar pukul 03.00 hari Sabtu, intensitas hujan pun cukup tinggi, 2mm-10mm.

Akibat longsornya lahan sempadan sungai di RT 04 RW 07 Kayuwalang tersebut, dijelaskan Aji, sebuah bangunan toko ambruk akibat terkikis arus sungai Kayuwalang, setengah badan jalan pun terkikis dan mengganggu jalan umum warga dalam beraktifitas, karena longsor dengan kemiringan 80°.

Baca Juga:  Didukung Pemkot Cirebon, Baznas Gandeng Mitra Dalam Penyaluran Zakat Fitrah

“Ada potensi longsor susulan, karena jarak tebing dengan bangunan sekitar 3 meter,” jelas Aji.

Untuk antisipasi sementara, ditambahkan Aji, setelah KPBD melakukan assessment, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati, juga memberikan beberapa rekomendasi kepada warga setempat melalui, RW untuk melakukan antisipasi sementara.

“Untuk sementara, kami rekomendasikan kepada RW untuk membuat rambu peringatan daerah rawan longsor serta membuat terasering,” tambah Aji.

Sampai saat ini, di lokasi tersebut terlihat belum ada perbaikan, warga hanya memasang pembatas jalan dengan bambu untuk memberi tanda kepada setiap pengemudi yang melintas. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close