BeritaCirebon

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Siswa MTs Pulang Sekolah Dilarikan ke RS

Foto: Keluarga korban memperlihatkan surat laporan polisi

Keluarga korban mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Cirebon Kota.

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kaisar Maisarah (13) siswa kelas VII Mts Assunah dilarikan dan dirawat di RS Pelabuhan Cirebon sesuai pulang sekolah, Kaisar diduga mendapat tindak kekerasan dari delapan siswa MA Assunah, Sabtu (7/12/2019).

Keluarga korban mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Cirebon Kota. “Sudah, keluarga sudah lapor polisi,” kata salah seorang keluarga korban, Hera Damayanti saat ditemui di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Senin (9/12/2019).

“Kejadiannya waktu hari Sabtu, ponakan kami (korban) saat itu ikut remedial, sedang menunggu guru. Kemudian dipanggilah oleh pelaku. Kemudian dikeroyok dan diintimidasi di salah satu ruangan,” imbuh Hera.

Selain melaporkan ke pihak kepolisian, Hera mendampingi orang tua korban, Muntaha Farhan melapor ke DSPPPA Kota Cirebon.

Hera menyebutkan sekitar 10 siswa yang terlibat pengeroyokan terhadap ponakannya itu. Hera menceritakan Kaisar dikeroyok di salah satu ruangan selama kurang lebih dua jam. Akibatnya, Kaisar mengalami luka yang cukup serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Kejadiannya kurang lebih dua jam. Ada yang menggunakan raket, ikat pinggang, dibenturkan ke tembok. Lukanya itu memar di sekujur tubuh, kepala, bagian belakang memar kena pukulan raket, hidung keluar darah, mata merah, dan kelopak mata berdarah, sekarang masih dirawat,” ungkapnya.

Pihaknya tak menyangka keponakannya menjadi korban pengeroyokan. Hera menyebutkan kejadian nahas yang menimpa keponakannya itu diduga dipicu karena cairan rokok elektrik. 

Baca Juga:  Rangkaian HUT Ke 23, Grage Mall Ajak Pejuang Veteran Nobar di XXI

Hera menceritakan pertengahan November silam, Kaisar sempat menemukan cairan rokok elektrik di lingkungan yayasan atau ponpes tersebut. Kaisar pun menyerahkan cairan roko elektrik itu ke salah seorang guru di yayasan tersebut. 

“Guru ini menindaklanjuti temuan keponakan saya. Kemudian dipanggila siswa-siswa yang diduga memakai vape (rokok elektrik). Kemudian, guru ini menyampaikan bahwa keponakan saya lah yang menyerahkan cairan vape,” kata Hera. 

Hera menambahkan siswa yang dipanggil olah guru tersebut kemudian mengeroyok keponakannya. Hera juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan. 

“Kalau dengan orang tua pelaku belum. Pihak yayasan sudah. Tuntutan kami penagakan hukum yang seadil-adilnya. Kemudian adanya revisi terkait pengawasan di sekolah dari stakeholder terkait, khususnya pesantren mohon ada pengawasan dan pembinaan,” kata Hera.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deny Sunjaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Deny mengaku kasus tersebut masih dalam penyelidikan.‎

“‎Benar ada kejadian pengeroyokan. Ya (benar) dugaannya pengeroyokan, kalau untuk yang diperiksa delapan orang,” kata Deny ditemui di Mapolres Cirebon Kota.

Deny menuturkan, pihaknya akan melibatkan DSPPA Kota Cirebon dan Bapas karena pelaku masih pelajar. “Barang bukti memang ada yang menggunakan alat. Surat pengajuan visum sudah disampaikan, kita juga masih menunggu hasil visumnya,” ujarnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close