BeritaCirebon

Dorong Penguatan Ekspor, UU Karantina Ikan Disosialisasikan

Foto : sosialisasi UU Karantina Ikan di Kantor SKIPM Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.- Langkah antisipasi kasus penolakan produk perikanan yang diekspor oleh negara tujuannya, Pusat Pengendalian Mutu pada Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) yang berada dibawah Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mensosialisasikan undang-undang baru terkait karantina ikan kepada unit pengolahan perikanan, termasuk yang ada di wilayah Cirebon.

Undang-undang baru yang disosialisasikan tersebut adalah UU nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Di Cirebon banyak unit pengolahan perikanan, kita sosialisasikan UU karantina yang baru, serta komitmen terhadap mutu dan hasil perikanan supaya tidak ada penolakan dari negara penerima produk,” ujar oleh Kepala BKIPM, Dr Ir Rina M Si, usai memberikan sosialisasi kepada para pengusaha perikanan di Kantor Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Cirebon.

Dari semua produk perikanan yang diekspor dari Indonesia, kata Rina, memang sebelum dikirim semua dipastikan mutunya terjamin, namun juga tidak lepas dari kemungkinan adanya beberapa hal yang membuat negara tujuan menolak produk perikanan tersebut.

Sehingga untuk mengantisipasi kemungkinan itu, BKIPM mewanti-wanti para unit pengolah untuk menerapkan standar pengendalian mutu yang maksimal.

“Secara umum, kasus yang biasa terjadi misalnya produk perikanan kita diduga mengandung CO, diduga kadmium berlebih, atau ada juga ketidakpuasan karena kandungan air raksa yang lebih dari ambang batas, jadi kita sosialisasikan penyelesaian teknis kasus penolakan produk perikanan,” ucapanya.

Baca Juga:  Lakalantas Maut di Pusat Kota Cirebon, Libatkan Dua Mobil dan Dua Becak

Dijelaskan Rina, saat ini produk perikanan Indonesia banyak diekspor keluar negeri, dan didominasi di negara-negara Uni Eropa.
Produk yang dikirim biasanya ada yang berbentuk ikan segar, maupun makanan hasil olahan perikanan.

“Kita banyak kirim ke negara Uni Eropa, yang banyak diekspor di Indonesia itu seperti Udang, Tuna, Tongkol dan beberapa makanan olahan ikan,” jelas Rina.

Selain itu, dari tahun ke tahun juga dikatakan Rina, angka prosentase ekspor Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan kondisi pandemi tak mempengaruhi angka ekspor di sektor produk perikanan.

“Data BPS, naik 11 persen kenaikan produk ekspor perikanan, pandemi ini tidak berpengaruh, pasarnya stabil, ini yang harus kita jaga, justeru negara yang lock down sekarang kehabisan stok dari kita,” kata Rina.

Sementara itu, Penasehat Ahli Menteri KKP, Prof Budi Prayitno menambahkan, jaminan mutu produk perikanan yang dikirim ke luar negeri harus dipastikan mulai hulu sampai hilir, sehingga kepercayaan negara lain semakin kuat, karena di negara maritim seperti Indonesia, sektor ekonomi perikanan ini sangat patut diandalkan.

“Tuntutan produk keluar itu kuncinya aman, aman dikonsumsi, aman diolah dan aman dikirim, kalau bisa dikelola dengan baik produk bisa diterima, jadi jaminan mutu yang kita berikan harus dari hulu sampai hilir, karena produk perikanan dari Indonesia saat ini sudah diterima di 158 negara,” tambah Budi. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close