BeritaCirebon

DPPKP Beri Label Sehat untuk Hewan Kurban yang Layak dan Sesuai Syariat

Foto : pemberian label sehat untuk hewan kurban

INFOCRB.COM, CIREBON.- Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon memeriksa kesehatan hewan kurban. DPPKP mengimbau masyarakat membeli hewan kurban yang telah diberi label sehat.

Kabid Peternakan dan Pertanian DPPKP Kota Cirebon Iin Inayati mengatakan label sehat merupakan jaminan bagi masyarakat bahwa hewan tersebut layak dikonsumsi dan sesuai syariat Islam.

“Untuk di lokasi ini kota temukan sehat semua. Umur memenuhi syarat. Kita berikan label sehat. Jadi beli lah yang sudah ada labelnya,” kata Iin.

Iin mengatakan pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak Kamis (23/7/2020). Pihaknya melibatkan 30 petugas yang disebar di lima kecamatan. Petugas menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 saat pemeriksaan hewan kurban.

“Kami bentuk tim kecil, tiga orang petugas. Tim kecil ini menyebar ke kelurahan di lima kecamatan. Tujuannya agar menghindari kerumunan, jadi kita bentuk tiga orang saja,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu tak hanya dilakukan sebelum iduladha. Petugas akan kembali memeriksa kesehatan hewan, utamanya bagian organ hewan. Pemeriksaan tersebut dilakukan di tempat-tempat penyembelihan.

Baca Juga:  Mat Peci Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Kota Cirebon

“Kita mengikuti pedoman dari Kementan, SK Gubernur Jabar dan SE wali kota terkait pelaksanaan penyembelihan kurban. Penyembelihan tak boleh ditumpuk saat hari H, dilakukan juga saat tasyrik. Kemudian, tak boleh ada kerumunan. Pembagiannya door to door,” kata Iin.

“Kalau saat pemeriksaan postmortem (pemeriksaan sesudah disembelih) kota temukan adanya penyakit, maka kita imbau agar tak disalurkan. Karena risiko menularkan penyakit,” kata Iin.

Sementara itu, Kasi Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Kota Cirebon Yudi Lukmana Hakim tak menampik selama dua hari pemeriksaan pihaknya menemukan adanya hewan yang belum layak untuk korban, seperti mengalami sakit mata dan belum cukup umur.

“Masih ada yang sakit mata dan belum cukup umur. Kita akan periksa ulang. Kalau ditemukan seperti itu, maka kita tak berikan label sehat,” singkat Lukmana. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close