BeritaCirebon

Enam Resto dan Satu Hotel Tak Tindaklanjuti Bantuan Program CHSE

Foto : Istimewa

INFOCRB.COM, INFOCRB.COM,- Program bantuan operasional senilai Rp 22 milyar dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk Kota Cirebon melalui program CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety and Environment) terus berproses.

Saat ini bantuan sudah diterima oleh para pengelola hotel dan resto dan sedang dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya.

Namun demikian, ternyata dari keseluruhan hotel dan resto yang berjumlah 63 dan telah ditetapkan melalui keputusan walikota (Kepwal) sebagai penerima bantuan hibah, tidak semua bersedia menerima dan mengelola anggaran bantuan dari Kemenparekraf tersebut.

Kabid Pariwisata pada Dinas Kepemudaan Olahraha Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan mengatakan, ada sedikitnya enam resto yang tidak menindaklanjuti pencairan, artinya mereka tidak mengambil bantuan hibah tersebut.

“Setelah ditetapkan oleh Walikota, total penerima keseluruhan 63, hotel dan resto, tapi tidak semua mengambil, ada enam resto yang manajemennya tidak mengambil bantuan tersebut,” ungkap Wandi.

Tak hanya enam resto, kata Wandi, satu hotel juga berencana melakukan pengembalian dari anggaran bantuan CHSE tersebut, yakni Hotel Vinotel di jalan Pemuda.

Setelah dikonfirmasi kepada pihak manajemen, tidak menindaklanjutinya para resto tersebut ternyata sesuai dengan kebijakan internal masing-masing.

“Enam resto belum mengajukan pencairan, jadi tidak menindaklanjuti, sedangkan satu hotel sudah menerima, tetapi mau dikembalikan,” lanjut Wandi.

Pada program CHSE ini, dijelaskan Wandi, DKOKP hanya memfasilitasi dan mengkoordinasikan semua bentuk program dengan pihak pelaku usaha, sedangkan untuk persoalan pencairan bantuan, diserahkan langsung oleh BKD kepada para pihak penerima.

Baca Juga:  Juara Cabang Pencak Silat, Sintia Yuliyanti: Untuk Bertanding Butuh Persiapan Matang

Termasuk mengenai aturan main mereka pelaku uhaha yang telah terdaftar dan ditetapkan, namun tidak menindaklanjuti pencairan, maka itu ada di ranah dan kewenangan BKD, karena bantuan dari Kemenparekraf melalui program ini semuanya masuk ke kas daerah.

“Nanti ada tindak lanjut dengan akan ada surat pernyataan tidak bersedia menerima hibah, mekanisme anggraannya, nanti menunggu arahan BKD, apakah dikembalikan atau seperti apa,” jelas Wandi.

Sementara itu, pihak DKOKP saat ini sedang menunggu laporan dari para penerima bantuan, karena mengenai alur pelaporan, kata Wandi, secara terperinci para penerima melaporkan penggunaan dana hibah oleh para hotel dan resto.

Barulah setelah itu dilaporkan secara keseluruhan ke BKD, dan nanti BKD yang akan melaporkan kegiatan program CHSE di Kota Cirebon kepada pemerintah pusat.

“Pelaporan, secara rinci ke kita dan Inspektorat, secara umum nanti ke BKD, jadi saat ini kita sedang proses menerima laporan, ada batas sampai 10 Januari ini,” kata Wandi. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close