HiburanKabupaten KuninganWisata

Gedung Perundingan Linggarjati Jadi Pilihan Untuk Wisata Sejarah

Salah satu sudut di dalam Gedung Perundingan Linggarjati

INFOCRB.COM, KUNINGAN.- Banyak cara untuk merayakan kemerdekaan di bulan Agustus ini. Salah satunya berwisata sejarah di Gedung Perundingan Linggarjati yang berada di Kabupaten Kuningan, Jabar.

Gedung Perundingan Linggarjati merupakan salah satu bangunan kuno yang menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Gedung tersebur dijadikan sebagai tempat perundingan antara Indonesia dan Belanda terkait status kemerdekaan dan bentuk pemerintahan Indonesia pascakemerdekaan.

“Geduning ini digunakan oleh delegasi Indonesia dan Belanda untuk berunding tentang kemerdekaan Indonesi, waktunya itu pada 11 hingga 13 November 1946,” kata pengelola Gedung Linggarjati Sukardi kepada infocrb, Selasa (20/8/2019).

Sukardi mengatakan Gedung Linggarjati sebelum dijadikan sebagai tempat perundingan Indonesia dan Belanda merupakan hotel. Bahlan sempat dijadikan sebagai markas badan keamanan rakyat.

“Dulunya hotel. Terus setelah kemerdekaan dijadikan sebagai tempat perundingan,” kata Sukardi.

Miniatur perundingan Linggarjati

Sukardi menerangkan dari hasil kesepakatan antara Indonesia dan Belanda itu menerbirkan 17 pasal, salah satunya tentang wilayah pemerintahan Indonesia. “Jadi disepakati awalnya Jawa, Madura dan Sumatera yang berada di tangan pemerintah Indonesia. Kemudoan ada poin lainnya, totalnya ada 17 pasal,” katanya.

Saat disinggung mengenai tingkat kunjungan wisata, Sukardi menyebutkan rata-rata tingkat kunjungan wisatawan per bulannya mencapai 10 ribu wisatawan. “Rata-rata sih rombongan anak sekolah. Meningkat saat momen kemerdekaan seperti ini,” kata Sukardi.

Pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 2.000 untuk bisa masuk ke dalam gedung bersejarah itu. Pengunjung bakal melihat suasana perundingan, seperti meja, kursi, dan lainnya. Ada juga foto dan dioarama saat pelaksanaan perundingan yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Indonesia Sutan Sjahrir. (NMRD)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close