BeritaCirebon

Hawa Dingin Pagi dan Malam di Cirebon Akan Berlangsung Hingga Dua Hari ke Depan

Foto : Ist

INFOCRB.COM, CIREBON.- Beberapa hari terakhir kondisi cuaca dan udara di Cirebon terasa berbeda dari biasanya, hal tersebut terjadi karena gejala alam yang terjadi.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Ahmad Faa Iziyn mengungkapkan, kondisi tersebut diakibatkan karena adanya pergerakan massa udara dingin dan kering dari Australia ke Asia yang melewati wilayah kepulauan Indonesia.

“Ini gejala alam musim kemarau, karena Juni-Oktober masuk kemarau dan ada pergerakan udara dilangit Indonesia,” ungkap Faa Iziyn, Senin (27/7/2020).

Pada kondisi musim kemarau seperti saat ini, tutupan awan yang menyelimuti bumi sangat sedikit, atau bahkan bumi sama sekali tak diliputi oleh awan.

Pada saat kondisi tersebut, kata Faa Iziyn, panas yang diserap oleh atmosfer pada siang hari akan sangat mudah dilepas pada malam hari, sehingga itu akan membuat udara dan suhu di malam hari terasa lebih dingin dari biasanya, dan itulah yang terjadi beberapa hari kebelakang, termasuk di Cirebon.

“Panas di siang hari, akan berubah jadi udara lebih dingin di malam hari,” lanjut Faa Iziyn.

Dijelaskan Faa Iziyn, selain udara menjadi lebih dingin, terjadi peningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning hari ini hingga beberapa hari kedepan yang disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Utara dan Selatan ekuator, hal tersebut juga didukung oleh faktor lokal, yakni adanya Gunung Ciremai, sehingga bisa menjadi Angin Kumbang di Ciayumajakuning.

“Berdasarkan hasil pengamatan kita hari ini arah kecepatan angin umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 39 km/Jam, itu diperkirakan terus meningkat hingga bisa mencapai nilai maksimum hingga 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari kedepan,” jelas Faa Iziyn.

Baca Juga:  DKPP Rehabilitasi Nama Baik Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Seluruh Dalil Pengadu Ditolak oleh Majelis Sidang

Ditengah kondisi udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama di malam hari, ditambahkan Faa Iziyn, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktifitas diluar rumah, mengenakan pakaian tebal atau menggunakan selimut, menghunakam krim pelembab karena kondisi udara saat ini lebih rentan menyebabkan kulit kering, hingga mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mengantisipasi dehidrasi.

“Pantauan dua hari terakhir suhu udara minimum berkisar antara 20-23 derajat celcius, ini diprakirakan akan berlangsung hingga September, ini merata hampir seluruh Jawa,” ujar Faa Iziyn. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close