BeritaCirebon

HUT Ke-27, IPC Cirebon Bangkitkan Semangat Peduli Lingkungan

Foto : Ist

IPC melakukan kegiatan bersih-bersih sepanjang muara Kali Cipadu

INFOCRB.COM, CIREBON.- Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-27 pada tahun 2019, PT Pelindo II, atau juga IPC Cirebon menggelar kegiatan Padat Karya Tunai dengan melakukan bebersih massal di sepanjang muara kali Cipadu, Kesunean, Senin (11/11/2019).

General Manager IPC Cirebon, Udin Mahmudin mengungkapkan bahwa acara padat karya tunai kemarin merupakan salahsatu bentuk kepedulian BUMN, dalam hal ini IPC Cirebon dan menjadi rangkaian HUT-nya.

“Kegiatan ini adalah salahsatu kepedualian BUMN, yakni menggerakkan ekonomi, berpartisipasi kepada negara sebagai roda pembangunan dan kontribusi di wilayah masing-masing cabang,” ungkap Udin.

Pada agenda padat karya tunai kemarin, lanjut Udin, pihak IPC melakukan kegiatan bersih-bersih kali Cipadu yang dibagi ke dalam 4 zona, mulai dari tengah sampai muara.

Kegiatan kemarin juga diharapkan dapat menjadi sebuah kampanye kebersihan yang bisa menggerakan seluruh elemen masyarakat, sehingga ke depan semua bisa bersama-sama memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan sungai, terutama di wilayah muara karena sampahnya rentan terbawa ke laut.

“Harapan kita, kedepannya warga peduli lagi dengan sungai, semuanya bisa berperan aktif, muara sungai kita bersihkan menggunakan eskavator, semoga juga kedepan sungai Cirebon bisa lebih bersih dan menarik wisatawan, kita libatkan juga para pecinta lingkungan,” jelas Udin.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Anwar Sanusi mengapresiasi kegiatan peduli sungai yang digagas IPC Cirebon dengan tajuk padat karya tunai.

Baca Juga:  Hari Jadi Ke-4, Infocrb Sajikan Serial Animasi

“Ini kegiatan positif yang patut kita apresiasi, terima kasih kepada IPC yang sudah mengagas kegiatan ini,” ungkap Anwar.

Menjelang penghujan, lanjut Anwar, sampah-sampah yang ada di sungai sangat mengancam, terutama menjadi potensi bencana banjir, karena saat dipenuhi sampah, aliran air akan terhambat sehingga meluap ke pemukiman-pemukiman warga.

“Bencana ini datang sesungguhnya dari kita, bencana ekologi akibat ulah manusia, kita dijajah plastik saja sudah repot, kopi sachet, shampo dan lainnya semua dari plastik, yang menjadi persoalan membuangnya sembarang, itu yang menjadi sumber bencana,” lanjut Anwar.

Ditambahkan Anwar, langkah kecil kemarin diharapkan bisa menjadi bola salju yang terus membesar dengan terus-terus digulirkan, bahkan bisa mulai juga dilakukan oleh berbagai pihak, terutama masyarakat.

“Kurangnya kesadaran dan resapan yang kurang, ini harus diantisipasi dengan penghijauan, langkah kecil ini mudah-mudahan dicatat oleh Allah dan warga terselamatkan dari musibah banjir saat musim hujan nanti,” ungkapnya. (Agi)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close