CirebonVirus Corona

Jam Malam Belum Diberlakukan, Walikota : Ekonomi Yes, Corona No!

Foto : Humas Pemda Kota Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon belum menetapkan pemberlakuan jam malam. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

“Yang kami lakukan sekarang, masyarakat Kota Cirebon dan pelaku-pelaku usaha yang ada di Kota Cirebon harus benar-benar melaksanakan disiplin protokol kesehatan, itu yang saya tegaskan,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).

“Ekonomi yes, Corona no,” imbuh Azis.

Menurutnya, Pemda Kota Cirebon berprinsip, lebih baik banyak melakukan swab untuk menjaring masyarakat yang positif, kemudian dilakukan karantina.

“Ini (swab) jauh lebih efektif, ketimbang kita membiarkan masyarakat untuk tidak diketahui kondisi kesehatannya,” kata Azis.

Azis mengungkapkan, dirinya tidak merasa kecil hati, walaupun Kota Cirebon masuk dalam zona merah.

“Banyaknya tes swab, kita banyak mengetahui, itu lebih baik, daripada tidak ada tes,” ujar Azis.

Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis beserta jajarannya melalukan pengawasan protokol kesehatan lebih ketat.

Hampir setiap hari Walikota turun langsung ke jalan untuk menegur siapa saja yang melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga:  Viral, Video Pernyataan Ambil Alih Keraton Kasepuhan

Sabtu (26/9/2020), Wali Kota Cirebon bersama SKPD terkait keliling tempat keramaian, seperti mall dan pusat kuliner.

“Saya meminta ke manajemen mall, untuk melakukan pembinaan kepada manajer operasional restoran untuk mentaati protokol kesehatan,” ujar Azis di sela kegiatan monitoring pengawasan tersebut.

Azis meminta kepada pengelolaan restoran atau tempat makan, agar mengurangi kursi konsumen (makan di tempat), sebagai bentuk sosial distancing.

“Jangan pernah mengatakan rugi, jika kursi dikurangi, karena itu demi terwujudnya protokol kesehatan, kalau masih menghitung untung rugi, akan ada keadaan yang lebih mahal manakala Kota Cirebon ini outbreak atau PSBB lagi,” ungkapnya.

Menurut Azis, kemungkinan pembatasan aktifitas sudah pemerintah siapkan, tetapi, kata Azis, dirinya selaku kepala daerah harus menghitung, mana yang membuat merosotnya ekonomi, mana yang protokol kesehatannya yang harus ditingkatkan.

“Rancangannya (pembatasan aktifitas) sudah dibuat, tapi belum saya tandatangani karena saya sayang pada pelaku ekonomi,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close