BeritaKabupaten Kuningan

Kuota Pendaki Gunung Ciremai di Tahun Baru Dibatasi

Pemulihan kawasan pasca karhutla

INFOCRB.COM, KUNINGAN.- Pasca kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan gunung Ciremai masih ditutup untuk aktivitas pendakian. Saat ini Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) sedang membahas evaluasi status gunung Ciremai menjelang libur pergantian tahun.

Dari hasil evaluasi tim internal dan eksternal, jalur pendakian masih belum bisa dibuka atau rawan untuk pendakian. Kendati demikian, BTNGC memastikan akan membatasi kuota pendakian saat pergantian tahun baru 2020 mendatang. Pembatasan kuota jumlah pendaki dilakukan sebagai upaya pemulihan hutan dan mengurangi risiko ancaman keselamatan.

Status rawan, kuota pendakian dibatasi

Humas BTNGC, Agus Yunantara mengatakan, kondisi jalur pendakian Gunung Ciremai masih rawan dilalui. Sebab, apabila terjadi hujan maka air dari hulu masih membawa abu sisa-sisa kebakaran kemarin. Hal itu diperparah dengan vegetasi yang belum tumbuh pasca kekeringan di musim kemarau lalu.

“Seperti di jalur Linggarjati, jika hujan air dari atas masih membawa abu bekas kebakaran. Kami berharap hujan turun terus, agar rumput dan edelweiss bisa tumbuh baik, serta kondisi air semakin bersih,” ujarnya.

Pemulihan vegetasi dan mencegah kerusakan ekosistem

Pembatasan kuota akan dilakukan di penghujung akhir tahun. Dalam sehari jumlah pendaki di Gunung Ciremai di empat jalur pendakian tidak boleh dari 1.600 orang. Dengan demikian, pembatasan kuota ini diharapkan dapat mencegah kerusakan ekosistem dan pemulihan vegetasi.

Baca Juga:  Peringati IWD 2020, Grage Sangkan Resort Akan Menggelar Acara Keren Untuk Wanita Ciayumajakuning

Keempat jalur pendakian itu adalah, jalur Palutungan (Kabupaten Kuningan), jalur Linggajati (Kabupaten Kuningan), jalur Linggasana (Kabupaten Kuningan), dan jalur Apuy (Kabupaten Majalengka).

“Tanggal 31 Desember nanti, pendaki tidak boleh lebih dari 1.600 orang. Artinya, pada tanggal 1 Januari mereka harus turun lagi,” ujarnya.

Tiket dipesan online

Tiket pendakian Gunung Ciremai akan dilakukan dengan sistem booking online. Artinya, bagi para pendaki di luar Cirebon dan sekitarnya bisa jauh-jauh hari memesan. Menurut Agus, hal itu dilakukan agar pendaki tidak mendadak membeli tiket di lokasi. Karena bisa jadi, izin pendakian tidak diberikan jika kuota sudah melebihi batas.

“Penjualan tiket akan dilakukan dengan sistem booking online. Ini untuk menghindari kuota berlebihan saat pendakian tahun baru,” terang Agus.

Rehabilitasi kawasan hutan dan lahan

Dari data yang tercatat BTNGC, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama tahun 2019 ini mencapai 900 hektar lebih. Kondisi ini membuat BTNGC terus berupaya memulihkan kembali kawasan Gunung Ciremai.

Rehabilitasi kawasan Gunung Ciremai dilakukan dengan cara penanaman pohon dan membuat kantung-kantung air.

“Penanaman pohon ada juga yang dilakukan kelompok masyarakat langsung. Ada pula dari kami (BTNGC) langsung dengan melibatkan masyarakat,” pungkasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close