BeritaCirebon

Memasuki Musim Hujan, Ini Titik-titik Rawan Bencana Banjir di Kota Cirebon

Foto: Pusdalops KBPD Kota Cirebon

Mengacu data musim hujan tahun 2018 ada beberapa kelurahan di Kota Cirebon yang mengalami rawan bencana banjir

INFOCRB.COM, CIREBON.- Memasuki datangnya musim hujan, membuat Kantor penanggulangan bencana daerah (KPBD) Kota Cirebon mulai bersiap. Termasuk melakukan identifikasi tentang titik titik rawan bencana. 

Kepala KPBD Kota Cirebon, Agung Sedijono mengatakan, menjelang datangnya musim hujan khususnya di Kota Cirebon sudah melakukan pemetaaan titik titik yang menjadi lokasi rawan bencana banjir. 

“Mengacu data musim hujan tahun 2018 ada beberapa kelurahan di Kota Cirebon yang mengalami rawan bencana banjir. Untuk kecamatan harjamukti tersebar di beberapa kelurahan seperti kelurahan Kalijaga titik rawan bencana di RW 02 Kampung Pesantren, RW 03 Kalijaga, RW 05 pengampaan, RW 06 kedung Menjangan dan RW 10 Suket Duwur,” jelasnya. 

Kemudian Kelurahan Harjamukti yang rawan bencana adalah di RW 02 kanggraksan dan RW 05 Penyuken. kelurahan kecapi rawan bencana di RW 03 Dukuhsemar. kelurahan Argasunya di RW 01 Argapura, RW 04 Surapandan dan RW 08 Kopiluhur. 

“Kecamatan kesambi di kelurahan Drajat ada di RW 01 Drajat dan RW 09. kelurahan pekiringan di RW 06 Suradinaya Utara,” katanya.

Kecamatan Lemahwungkuk di Kelurahan Kasepuhan titik rawan bencananya di RW 02 Mandalangan, RW 03 Banjar Melati, RW 05 Gambirlaya Utara, RW 06 Gambirlaya Selatan, RW 09 Kesunean Selatan. kelurahan Panjunan di RW 01, RW 02, RW 03, RW 05, RW 06 dan RW 09. 

Kecamatan Pekalipan khususya di kelurahan Jagasatru titik rawan bencana ada di RW 05 pegajahan Selatan, RW 06 Cucimanah Timur, RW 08 Karanganyar Jagasatru Timur dan RW 10 Karanganyar Jagasatru Selatan. kelurahan Pulasaren di RW 01, RW 02, RW 03, RW 04, RW 05 RW 06, RW 07, RW 08 dan RW 13 dan Kelurahan Pekalipan di RW 12. 

Baca Juga:  Berinovasi, Grage City Mall Hadirkan Fasilitas Food Row dan G Work

Siaga banjir khususnya tingkat provinsi Jawa Barat, kata Agung, hingga saat ini belum dirakorkan meskipun sudah memasuki Bulan November dan mestinya sudah di rakor kan. Hal ini karena masih menunggu lebih lanjut dari BMKG. 

“Baru di rakor kan pertengahan atau akhir November , alasannya ada beberapa hal alasan sambil menunggu kepada tim terkini BMKG karena ada beberapa daerah yang masuk kategori musim kemarau,” ujarnya. 

Tentang Angin kencang akhir akhir ini di Kota Cirebon, Agung menjelaskan, reklame,  pohon di kota Cirebon memang rawan roboh. Walaupun reklame untuk sebuah kota atau daerah memang tidak bisa dihindari, hanya saja tata cara pemasangan reklame itu sudah ada IMB, dan memang ada yang di khususnya sisi estetika dan sisi sosial ketika terhempas angin harus ada 3 tahapan di lakukan pra bencana dengan konstruksi seperti apa, kekuatan struktur dan semuanya sudah diperhitungkan, maka OPD terkuat tentu sudah mempertimbangkan aspek aspek itu. 

Ketika terjadi bencana, menurut Agung,  harus ada penyelamatan dan evakuasi, dan memang sudah lama tidak ada reklame yang roboh di kota. Konstruksi dirancang berapa lama seperti karat,  korosi, sehingga harus dilakukan pengecekan secara periodik oleh yang punya,  termasuk pengawasan dari instansi terkait. 

“Potensi curah hujan tinggi di Desember, Januari, Februari,” ujarnya.

Menjelang musim hujan, pihaknya bahkan menerbitkan surat himbauan ke masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, banjir terjadi karena menumpuknya sampah. Kemudian mengajak, gerakan lingkungan bersih dan sehat, serta Peduli Terhadap Sesama maksudnya peduli terhadap warga yang terdampak banjir. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close