Budaya

Mengenal Sejarah Awal Mula Topeng Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON- Sejarah awal topeng Cirebon sekitar abad 15, digunakan oleh para wali sebagai media dakwah pengenalan agama islam di Cirebon. Perkembangan topeng sendiri tercatat sudah diaplikasikan jauh sebelum Cirebon berdiri, seperti pada zaman Kerajaan Majapahit.

Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati merupakan sosok dibalik berkembangnya tari topeng Cirebon, memadukan instrumen musik berupa gamelan yang terdiri dari bonang, gong, saron, suling, kecrek, ketuk, kenong, penerus, dan dimainkan oleh nayaga (pemusik gamelan).

foto/1001indonesia.net

Seni gerak ini mampu memvisualisasikan karakter-karakter manusia dalam pementesannya, sehingga apa yang tadinya dipercaya sebagai tontonan bisa menjadi tuntunan. Namun, ciri khas topeng Cirebon sendiri dibedakan menjadi lima karakter yaitu Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung dan Kelana. Mereka menggambarkan filosofi tentang kehidupan manusia sejak lahir hingga mencapai puncak kesuksesannya.

1. Panji merupakan simbol kesucian, digambarkan sebagai bayi yang baru lahir. Ini dibuktikan dengan topeng panji yang berwarna putih, wajah yang merunduk sebagai simbol alimnya manusia yang belum mengenal dunia. Musik yang dimainkan sangat gemuruh namun dengan gerakan yang masih sangat sederhana.

2. Samba digambarkan sebagai anak kecil yang sedang mempelajari kehidupan sebelum beranjak remaja.   Layaknya tingkah anak-anak pada umumnya, mereka masih suka akan bermain. Topeng samba sendiri berwarna putih agak kekuningan, gerakan yang ditampilkan mempunyai dua karakter.

3. Rumyang merupakan penggambaran seorang remaja menuju dewasa. Namun masih senang akan bermain, sifatnya labil karena belum bisa menentukan arah hidupnya. Topeng rumyang sendiri mengalami perubahan pada hidungnya, yang sedikit agak naik. Simbolisasi dari keakuan remaja. Warna yang dipakai pun merah muda. Geraknya terkadang lincah, kadang santai.

4. Tumenggung dalam filosofi kehidupan manusia menggambarkan seorang dewasa yang sudah melewati masa-masa sebelumnya. Tumenggung sendiri erat kaitannya dengan karakter seorang tumenggung sebagai wakil raja pada zaman kerajaan yang manut pada titah raja sebagai atasan. Proses penggambaran topeng tumenggung sendiri menceritakan cerita manusia yang bijaksana. Ditegaskan dengan rupa topengnya, seperti mata yg melotot dan berkumis. Warnanya merah muda agak tua menggambarkan ketegasan namun bijaksana.

5. Kelana adalah akhir dari semua tingkatan topeng Cirebon. Disimbolkan sebagai seorang raja yang mempunyai kekuasaan yang sedang marah. Dimana hawa nafsu pada puncak kesuksesan acapkali mengalahkan kebijaksanaan manusia. Cerita lain juga menceritakan tentang manusia yang mengembara mencari kejayaan atau pengisian batin. Karakter garang disimbolisasi dengan mata yang melotot, berkumis dan warna merah yang menyala. (Tgr)

Komentar on Facebook

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close