CirebonVirus Corona

Minta PSBB Tidak Diperpanjang, Pekerja Seni : Kami Ingin Manggung

Foto : pekerja seni memperlihatkan aspirasi

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pekerja seni yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Seni (PPS) Kota Cirebon mengaku selama masa pandemi dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Kota Cirebon mebgalami kerugian yang cukup besar, lantaran banyaknya job yang dibatalkan, bahkan sejak Maret tidak lagi “manggung” yang berdampak pada penghasilan setiap insan pekerja seni. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara, PSS Kota Cirebon, Gatot Eko.

“Selama diberlakukan PSBB ratusan panggungan dari angggota kami terpaksa dibatalkan, bisa dibayangkan berapa kerugian yang harus kami terima,” ujar Eko saat ditemui di Halaman Masjid Raya At-Taqwa, akhir pekan lalu.

Dijelaskan Eko, anggota PSS Kota Cirebon jika sesuai yang terdata totalnya ada 108 orang terdiri dari 90 orang yang bergabung di grup musik atau musisinya, kemudian 6 orang penari adat, 8 pemegang sound sistem, 3 orang panggung dan tenda, satu catering. “Setiap orang itu memanggung juga kehidupan keluarganya, tentu ratusan bahkan ribuan orang terdampak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jurnalis Cirebon Raya Tegas Tolak Pengesahan RKUHP

“Kami berharap pemangku kepentingan bisa memperhatikan nasib kami, yang pasti kami tidak ingin ada PSBB Jilid ke V, karena kami ingin segera manggung, karena kami juga harus menghidupi keluarga, kalau kami tidak melakukan aktifitas, keluarga kami mau makan apa,” lirihnya.

Disinggung apakah selama pandemi, pekerja seni mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah? Pihaknya mengaku, hanya mendapat sekali bantuan yakni bantuan presiden.

“Bansos kami hanya dapat Banpres, kami ingin segera manggung lagi, kami juga tentu siap menerapkan protokol kesehatan dalam pentas, kami meminta hak itu,” pungkasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close