Mudik Naik Sepeda karena Bus dan Travel Tidak Beroperasi, Ageng Gowes dari Serpong ke Kebumen

oleh -31 views

Foto : Ageng bersama sepedanya, dari Serpong menuju Kebumen

INFOCRB.COM, CIREBON.- Berbagai upaya dilakukan perantau untuk pulang ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19 dan kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Salah satunya dengan cara gowes sepeda seperti yang dilakukan Ageng Pambudi (48). Ia mengayuh sepeda dari Serpong Tangerang, Banten menuju Kebumen, Jawa Tengah.

Ageng berangkat dari Serpong, Jumat (7/5/2021) pagi dan Minggu (9/5/2021) pagi perjalanannya sampai di Cirebon.

Kepada Infocrbcom ia bercerita tentang perjalannya itu, “Saya sendiri dari Serpong, naik sepeda, dari sana Jumat pagi, tujuannya mau pulang kampung ke Kebumen,” ucapnya.

Ageng di Serpong bekerja sebagai buruh bangunan mandiri di salah satu rumah warga setempat, ia merantau sejak tiga bulan yang lalu.

“Saya tiga bulan lalu berangkat ke Serpong, di sana saya kerja bangunan, dari kampung saya sendiri, bukan bangunan proyek, tapi rumah orang,” ungkapnya.

Di momen lebaran tahun ini, ia mengaku sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika dalam kondisi di rantau, Ageng memutuskan tetap pulang kampung karena ingin berlebaran bersama anak istri. “Tahun ini mudik dilarang pemerintah karena masih pandemi Covid-19, saya memutuskan naik sepeda juga karena tidak ada kendaraan umum yang beroperasi, tahun-tahun sebelumnya saya biasa pulang kampung naik bus atau travel,” ujarnya.

Ageng mengatakan, sepeda yang ia pakai menuju Kebumen bukan sepeda baru, tetapi, sebelum melakukan perjalanan, sepeda tersebut ia servis dan beberapa onderdil ia ganti baru. “Sebelum berangkat saya servis sepeda, ganti ban luar dalam untuk ban belakang, dan lainnya, saya habis Rp 300 ribu untuk persiapan sepeda,” ucapnya.

Pria berkaos hitam itu mengungkapkan pengalamannya setelah menempuh jarak ratusan kilometer dari Serpong sampai Cirebon pagi tadi. “Di jalan hujan panas cuaca saya lewati, kalau lelah saya istirahat, ya rata-rata setiap 30-50 kilometer saya berhenti istirahat,” ungkap Ageng.

Ia menargetkan sampai kampung halamannya dalam waktu tiga hari tiga malam. Artinya, ia berusaha Minggu malam sampai rumahnya. “Saya menargetkan tiga hari tiga malam, malam ini sampai,” katanya.

Ageng membawa cukup banyak barang di sepedanya, mulai dari pakaian ganti, alat elektronik. Bahkan lima ekor burung dalam sangkar. “Bawa burung, karena kalau ditinggal bisa mati, burung ini juga sudah ada yang tawar Rp 300 ribu per ekor, tapi tidak saya lepas (jual) karena untuk oleh-oleh di kampung,” ucap Ageng.

Setelah beristirahat sekitar 30 menit, Ageng kembali melanjutkan perjalanannya menuju kampung halaman dengan semangat gowes sepeda berwaran oranye, selama perjalanan ia tetap menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan