Okupansi Anjlok Akibat Corona, Industri Perhotelan di Cirebon Tertatih

oleh -1 views

Foto : Sepi pengunjung hotel di Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.- Imbas virus corona yang memukul industri perhotelan berdampak pada anjloknya okupansi. Bahkan di data akhir Maret, okupansi hanya menyentuh 10 persen dari jumlah kamar yang tersedia. Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesi (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki.

“Kami rata-rata okupansi di bawah 10 persen,” ungkap Kiki sapaan akrabnya kepada awak media.

Menurut Kiki, menurunnya kunjungan tamu hotel sudah terjadi sejak Bulan Februari, beberapa acara seperti meeting, wedding sudah ada pembatalan.

“Mulai Bulan Maret itu tambah parah, turun di bawah 50 persen, sekarang parah di bawah 10 persen, jadi setiap hari itu teman-teman hotel ada 5-6 kamar,” ucapanya.

Kiki mengungkapkan, di Bulan April ini di Kota Cirebon ada beberapa hotel yang tutup sementara.

“Ada 7-8 hotel yang memberi informasi hotel tersebut temporary closed (tutup sementara) sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkapnya.

Dikatakan Kiki, daripada beroperasi dengan pengeluaran oprasional lebih besar dari pemasukan, itu yang menjadi salah satu hal hotel memilih tutup sementara.

“Yang sudah ada informasi (akan tutup), Hotel Grage, Swiss-Belhotel, Citra Dream, Amaris, Uma, Asri, Tryas, baru itu informasinya,” jelas Kiki.

Ia menambahkan, dengan kondisi seperti ini, PHRI pun sudah akan menyampaikan surat permohonan keringanan pajak kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan instansi terkait.

“Kami minta juga beberap keringanan (pajak), salah satunya PBB, terus PP1 yang pemerintah daerah, kami juga meminta keringan PLN, Gas Alam, BPJS, semuanya kami minta keringanan,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook