BeritaCirebonVirus Corona

Pedagang di Cirebon Ngamuk, Saat Usahanya Diminta Tutup Sementara Selama PSBB

Foto : Pedagang protes keras saat diminta usahanya untuk tutup sementara

INFOCRB.COM, CIREBON – Seorang ibu yang diduga pemilik salah satu toko di Pusat Grosir Cirebon melancarkan aksi protes yang cenderung mengamuk saat petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon melakukan sosialisasi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sabtu (9/5/2020).

Di hadapan petugas dan warga, ibu tersebut menilai pemerintah tidak peduli terhadap warga menengah ke bawah yang mengandalkan hidupnya dari usaha sehari-hari.

Selain protes dari ibu tersebut, petugas pun mendapatkan protes dari puluhan pegawai Pusat Grosir Cirebon yang berusaha menghadang saat sedang melakukan monitoring.

Mereka (pedagang) menilai Pemerintah Kota Cirebon tidak adil terhadap warga kecil yang menggantungkan hidupnya setiap hari dari berjualan. Pedagang juga mempertanyakan terkait diterbitkannya Perwali Nomor 14 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB

Baca Juga:  Penerapan PSBB, Hanya Ada 8 Perjalanan KA Dari dan Menuju Jakarta

Kasatpol-PP Kota Cirebon, Andi Armawan menyampaikan, pihaknya melakukan monitoring dan sosialisai secara berkeliling, di mulai dari ruas Jalan Siliwangi tepatnya depan Balai Kota Cirebon, Karang getas, Panjunan, Pasuketan, Pekiringan hingga berakhir di Pusat Perdagangan Harjamukti.

“Kegiatan hari ini kami belum melakukan penegakan, tetapi jika berikutnya masih ada yang membandel kami akan lakukan apa yang dilakukan hari ini,” ujar Andi di sela monitoring.

Terkait adanya perlawanan dari pedagang, menurut Andi, itu merupakan hal yang wajar, karena mereka (pedagang) seolah-olah metasa ekonominya dibatasi.

“Perlu diingat, kami pun melaksanakan kegiatan ini juga untuk masyarakat, bahwa kalau kami biarkan akan berdampak penyebaran virus Corona, ini berawal dari banyaknya orang berkumpul,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close