Berita

Pekerja Asal Indramayu Yang Ditelantarkan Di Nabire, Kini Sudah Dipulangkan

INFOCRB.COM- Sebanyak 34 Pekerja galian kabel FO (Fiber Optic) asal Indramayu diterlantarkan dan tinggal kabur oleh mandor yang mempekerjakan mereka. Salah satu pekerja Muhammad Reza menceritakan saat dihubungi oleh infocrb ia dan rekan rekannya sudah dipulangkan, kamis (4/10/18).

“Sudah pulang sekarang, sudah sampe Tanjung Priok pake kapal dempo” ujarnya

Kronologi Kejadian

Rombongan tiba di Nabire pada tanggal 6 September, lalu mulai bekerja keesokan harinya (07/09) dengan lokasi kerja berada di KM 113. Dilansir dari nabire.net, Kamis (4/10/18) Menurut Aan salah satu pekerja, saat di Jakarta dirinya bersama rekan-rekannya dijanjikan bekerja di bagian penarikan kabel FO. Namun saat di KM 113, mereka disuruh melakukan penggalian open pit, namun hal itu tetap mereka kerjakan.

Bekerja dengan sistem harian, Aan dan rombongan kebingungan ketika stok bahan makanan dan pendukungnya mulai menipis. Seperti biasa mereka menghubungi Sudarsono selaku Mandor yang mempekerjakan mereka di Nabire.

Namun Aan mengaku kaget ketika Sudarsono saat ditelepon menjawab bahwa dirinya sudah tidak lagi bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang dilaksanakan Aan dan kawan-kawannya. Kondisi tersebut semakin runyam saat Sudarsono sang mandor sudah tidak bisa dihubungi kembali hingga saat ini.

Aan kemudian mencoba menghubungi PT. Arkin Cipta Tangerang yang mengutus mereka di bawah Sudarsono untuk bekerja di Nabire. Namun pihak PT. Arkin justru menegaskan bahwa hal itu adalah tanggung jawab Sudarsono dan bukan pihaknya.

Sempat dinegosiasikan dengan Aan, PT. Arkin coba  mengambil jalan tengah dengan menurunkan harga pengerjaan penggalian kabel yang tidak sesuai dengan kesepakatan para pekerja dengan Sudarsono yang sudah raib. Alhasil karena tidak ada kecocokan upah kerja, PT. Arkin melepas tanggung jawab ke -34 pekerja tersebut.

Merasa ditipu, Aan melaporkan hal tersebut ke SPKT Polres Nabire, namun menurut Aan laporannya masih belum bisa dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

Akibatnya, Aan dan rekan-rekannya mengaku kebingungan. Saat ini mereka menginap di rumah milik warga di Jalur Ujung jalan Mandala Bumi Wonorejo Nabire dengan kondisi serba terbatas.

Dipulangkan

Setelah terlantar sejak 10 September 2018 lalu, akhirnya rombongan pekerja FO asal Indramayu dapat bernafas lega karena sudah bisa pulang. Rombongan bertolak dari Nabire sabtu sore (29/09) pukul 16.00 wit menuju Jakarta, dan dari Jakarta menuju Indramayu.

Sebelum bertolak, rombongan mendapat bantuan makanan secukupnya untuk dikonsumsi di kapal oleh Tim Posko Kelurahan Bumi Wonorejo dan Dinas Sosial serta warga masyarakat setempat.

Biaya untuk kepulangan para rombongan pekerja merupakan bantuan swadaya dari warga masyarakat Bumi Wonorejo, pengusaha PT. Cipta Papua Mandiri, Dinas Sosial, pihak Kelurahan Bumi Wonorejo Nabire, dan pihak-pihak lain atau simpatisan yang peduli akan kemanusiaan.

Ali selaku koordinator Posko mengucap syukur karena rombongan sudah bisa pulang. Ali juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak di Nabire yang sudah peduli sehingga rombongan bisa kembali ke kampung halamannya untuk bertemu keluarga tercinta.

Para pekerja FO diangkut dari Kantor Kelurahan menggunakan 2 truk dari Batalyon Raider 753 Nabire. Setelah kapal Gunung Dempo bersandar, rombongan langsung menempati kelas ekonomi sesuai tket yang dibeli.

Seperti diketahui, para pekerja dari Indramayu diajak bekerja galian kabel FO di KM 113 oleh Mandor atas nama Sudarsono yang berada di bawah PT. Arkin Cipta Tangerang. Namun baru 3 hari bekerja di Nabire, sang Mandor tak bisa dihubungi hingga saat ini dan hilang tanpa jejak (10/09). Rombongan telah melaporkan hal ini ke Polres Nabire, namun kasus ini belum diselidiki oleh pihak kepolisian. (Ddn)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close