BeritaBudayaKabupaten Kuningan

Pembangunan Makam Adat Sunda Wiwitan Dihentikan Pemda, Warga Adat : Makam yang Dibangun Bukanlah Tempat Pemujaan

Foto : Infocrbcom

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menghentikan pembangunan pasarean atau pemakaman masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan, Cigugur Kabupaten Kuningan.

Girang Pangaping Adat masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Kabupaten Kuningan, Okky Satrio Djati mengungkapkan, permintaan tersebut (penghentian pembangunan) dilayangkan melalui surat teguran bernomor 300/774/Gakda, tertanggal 29 Juni 2020, yang dikeluarkan Satpol-PP Kabupaten Kuningan dan disusul kemudian surat bernomor 300/807/Gakda, bertanggal 6 Juli yang redaksinya permintaan penghentian pembangunan makam.

“Argumen dari permintaan tersebut merujuk pada Perda nomor 13 tahun 2019 Kabupaten Kuningan tentang Izin mendirikan Bangunan,” ungkapnya, Kamis (16/7/2020).

Karena itu, lanjut Oki, pada tanggal 1 Juli pihaknya pun telah mengajukan izin pembangunan makam itu, bahkan pihaknya mendatangi dan melakukan dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Kuningan sekaligus meluruskan bahwa makam yang dibangun bukan merupakan tempat pemujaan.

Baca Juga:  Ritual Siraman Panjang Jimat Dilakukan Hari Ini, Pelal Maulidan 9 November

“Bagi kami, masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Cigugur, makam bukanlah tempat untuk berdoa. Karenanya, makam yang akan dibangun nanti bukanlah tempat pemujaan,” tegasnya.

Diungkapkan Okky, pada peringatan ke dua yakni tanggal 6 Juli tersebut, bahkan ada ancaman akan disegel bersama dengan hamparannya karena masih melakukan kegiatan pembangunan. Ia menegaskan, sampai saat ini pembangunan masih berhenti sampai izin itu keluar.

Lebih jauh lagi, kata Okky, setelah segala proses ditempuh, didapati hasilnya yakni pengajuan IMB ditolak.

“IMB kami ditolak dengan alasan perda mengenai IMB belum memiliki juklak dan juknis mengenai pembangunan makam, kami ini melakukan pemakaman leluhur di tanah dan dengan adat kami sendiri,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close