BeritaCirebon

Penjelasan Kepala BPJS Kesehatan Cirebon Terkait Warga Kota Cirebon 100 Persen Tercover

Foto : Kepala BPJS Kesehatan Cirebon, Nopi Hidayat

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Cirebon, Nopi Hidayat menyampaikan penjelasan terkait cakupan semesta yang diupayakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang telah menyiapkan anggaran untuk mencover iuran BPJS Kesehatan bagi warganya seratus persen.

“Pemda Kota Cirebon mengajukan pendaftar dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), bukan lagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD, sehingga di PBPU ini tidak terlalu fokus di kluster tingkat ekonomi,” jelas Nopi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (1/3/2021).

Sedangkan dari sumber lain, dijelaskan Nopi lebih lanjut, yakni PBI APBN, penerima adalah warga yang secara data sudah masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditetapkan Kementrian Sosial, sehingga mereka secara otomatis terdaftar dan dicover APBN.

“Semangatnya Pemda dan DPRD adalah bagaimana 100 persen warga di Kota Cirebon tercover BPJS,” terangnya.

Nopi menegaskan, apapun segmennya, semua kembali kepada semangat awal, dimana Pemkot dan DPRD berkomitmen untuk mencover semua warga di Kota Cirebon melalui program JKN-KIS.

“Bukan soal segmen, kembali ke komitmen Pemkot dan Dewan, sudah dianggarkan untuk mencakup 100 persen, yang belum, harus melapor RT/RW dan ke Dinsos untuk diajukan melalui PBI-APBN, saat ini data PBPU yang didaftarkan Pemkot sedang kami proses,” ungkap Nopi.

Baca Juga:  KPU Tegaskan Tidak Ada Mantan Napi Korupsi Dalam DCT DPRD Kota Cirebon

Sebelumnya, penerima bantuan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terkesan kurang tepat sasaran. Hal itu diungkapkan warga di Kelurahan Pekalangan Kecamatan Pekalipan.

“Soal data KIS ini kami pertanyakan, harusnya verifikasi lewat RT, RW, Kelurahan dan Puskesmas, di sini ada 71 data penerima manfaat KIS dan rata-rata 80 persennya saya lihat warga yang mampu, itu yang kami keluhkan, rasanya tidak tepat sasaran,” ungkap Ketua RW 06 Kebon Panggung Kelurahan Pekalangan, M Sofyan, Jumat (26/2/2021).

Dikatakan Sofyan lebih lanjut, saat ini ia menerima 71 data dan kartu JKN-KIS yang harus dibagikan, namun sementara dokumen tersebut ia tahan karena dianggap bantuan salah sasaran.
Selain itu, proses pendataan juga tidak melalui prosedur yang seperti tahun sebelumnya, dimana tidak melalui pihaknya selaku RW.

“80 persen dari 71 data yang ia pegang, rata-rata mereka para pemilik toko yang mampu, sehingga ia rasa tidak cocok menerima bantuan JKN-KIS, padahal, di RW 06 Kebon Penggung masih banyak di luar itu yang belum tersentuh bantuan jaminan kesehatan,” ucapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close