Permohonan Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan jadi Tahanan Kota Dikabulkan, Kepala Daerah Jaminannya

oleh -282 views

Foto : Sidang perdana kasus dugaan penganiyaan, Rabu (23/6/2021)

INFOCRB.COM, CIREBON.– Majelis Hakim persidangan kasus dugaan penganiayaan antar dosen salah satu universitas swasta di Kota Cirebon mengabulkan permohonan tersangka untuk menjadi tahanan kota. Hal itu disampaikan oleh Humas Pengadilan Negeri Kelas I Kota Cirebon yang juga Hakim Anggota dalam sidang tersebut, Aryo Widiatmoko, SH usai sidang, Rabu (23/6/2021).

“Persidangan pertama DN untuk identitas dan pembacaan dakwaan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan,” kata Aryo.

Sidang perdana dengan nomor perkara 146/Pid.B/2021/PN CBN tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Ahmad Rifai, SH, MH serta Hakim Anggota Hapsari Retno Widowulan, SH dan Aryo Widiatmoko, SH mulai jam 11.00 WIB.

Dijelaskan Aryo, tersangka sudah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kota Cirebon sejak tanggal 18 Juni 2021 lalu.

“Ada permohonan masuk ke pengadilan hari Jumat 18 Juni 2021, DN sebelumnya berstatus tahanan Rutan, kini berubah ketika Hakim Ketua membacakan adanya jaminan dari istri DN, kemudian Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis SH, Bupati Cirebon Imron Rosyadi dan Rektor Mukarto Siswoyo sehingga DN saat ini statusnya sebagai tahanan kota,” ucapnya.

Dikabulkannya permohonan tersebut, kata Aryo, dengan alasan tersangka tenaganya sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid 19 Se-wilayah III Cirebon.

“Majelis bermusyawarah kabulkan pengalihan status ke tahanan kota dari tahanan Rutan,” ucapnya .

Aryo menuturkan, dalam sidang perdana ini tersangka tidak keberatan atas sidang yang digelar dan akan berlanjut sidang berikutnya pada Selasa Tanggal 29 Juni 2021 mendatang.

“Jangka waktu tahanan kota selama 30 hari sesuai undang-undang, semenjak perkara itu dilimpahkan Hari Jumat Tanggal 18 Juni 2021 sampai dengan 17 Juli 2021,” ujarnya.

Aryo menuturkan, persidangan selanjutnya yaitu dakwaan, pembuktian dengan saksi, saksi jaksa dan saksi terdakwa, keterangan terdakwa, tuntutan, pembelaan, tanggapan jaksa, tanggapan terdakwa dan terakhir putusan.

“Nanti kita lihat putusannya seperti apa, yang pasti ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan,” tandasnya.

Sebelumnya, Herry Nur Hendriyana dosen di salah satu universitas swasta terbesar di Kota Cirebon melaporkan DN yang juga dosen di universitas tersebut ke pihak kepolisian.

Keluarga besar korban (Herry Nur Hendriyana) melalui salah satu perwakilannya, Nurhendra menjelaskan jika kejadian berawal pada pada Selasa 16 Februari 2021 tepatnya pada pukul 14.30 WIB. Dimana korban sedang duduk di salah satu ruangan klinik yang berada di universitas swasta itu dan secara tiba-tiba pelaku masuk ke dalam ruangan tersebut sembari mengeluarkan nada keras dan kasar kepada korban.

“Awalnya sih masalah ini timbulnya dari media sosial dimana pelaku pemukulan salah menafsirkannya, padahal korban gak ada bahasa menantang kepada pelaku. Tapi tiba-tiba pada tanggal 16 Februari pelaku datang dan langsung marah-marah,” kata Nurhendra kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Minggu (21/2/2021).

Dijelaskannya lebih lanjut, tidak lama setelah pelaku mengeluarkan nada keras dan kasar. Pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban hingga berkali-kali dan disaat itu korban hanya berusaha menangkis dari serangan pelaku.

“Korban saat menerima pukulan dari pelaku cuma bisa bertahan dan berusaha menangkis,” ucap Nurhendra.

Pasca kejadian pemukulan itu, sambung Nurhendra, korban melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian atas serangan yang dilakukan oleh pelaku. Akibat adanya pelaporan terhadap kepolisian, Dekanat universitas swasta itu melakukan upaya mediasi antara korban dengan pelaku. Akan tetapi, dalam proses upaya mediasi tersebut tidak mendapatkan hasil, pasalnya dikatakan Nurhendra, jika korban pada saat upaya mediasi mengalami tekanan secara psikis.

“Saat upaya mediasi itu bukannya menanyakan peristiwa yang terjadi antara korban dan pelaku, tapi malah menyudutkan korban dengan memaksa untuk menandatangani surat perdamaian dan mencabut laporan polisi,” kata Nurhendra.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota