Polisi Amankan Barang Bukti Pil dan Obeng dalam Kasus Tabrak Lari di Kawasan Bima

oleh -30 views

Foto : Gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Cirebon Kota

INFOCRB.COM, CIREBON.- Polres Cirebon Kota menggelar ekspos kasus tabrak lari yang terjadi di Kawasan Stadion Bima pada akhir pekan lalu.

Dari keterangan Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, dalam kasus tersebut ditetapkan dua tersangka yakni RNM dan CH.

“Ada dua tersangka dalam kejadian yang terjadi di Kawasan Stadion Bima, RNM ini tersangka lalulintas (tabrak lari), sedangkan rekannya CH dari tes urine terbukti positif Benzodiazepin,” jelas Fahri di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (11/1/2022).

Fahri menjelaskan kronologisnya, tersangka RNM melakukan pengancaman kepada tukang parkir yang berada di Shelter Bima Cirebon dengan mengangkat kerah baju Tukang Parkir Tersebut. Namun dari arah belakang ada seseorang yang memukul RNM hingga terjatuh.

Setelah RNM sadar, lanjut Fahri, RNM langsung menuju ke mobil Mini Bus Daihatsu Xenia Dengan NoPol F-1258-KS dan meninggalkan CH di Shelter Bima Cirebon untuk menyelamatkan diri dari amukan massa.

“Pada saat melarikan diri RNM menabrak 1 Buah sepeda motor Yamaha Mio E-5576-BS di pertigaan Patung Bima, kemudian melanjutkan perjalanan namun kembali menabrak 1 Buah sepeda motor Yamaha Mio No.Pol E-4964-CV di Lampu Merah Cideng Jalan Raya By Pass Brigjend Dharsono Kedawung Cirebon,” jelasnya.

“Sesampainya di U-turn Bata Kedawung, mobil yang dikemudikan RNM terhenti dikarenakan situasi arus lalulintas macet, kemudian datang Petugas Kepolisian dari Polres Cirebon Kota mengamankan RNM dari amukan massa,” tegasnya.

Sementara, untuk tersangka CH, menurut Kapolres, CH dibawah pengaruh obat-obatan dan minuman keras, CH pun melakukan pengancaman terhadap orang yang sedang berada di Shelter Bima dengan menggunakan 1 (satu) buah Obeng, kemudian warga yang merasa terancam mencoba untuk menenangkan CH.

“Kemudian datang Petugas Kepolisian Polres Cirebon Kota untuk mengamankan CH dan setelah dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) ditemukan barang bukti berupa 8 (delapan) butir pil jenis Rikiona Clonazepam milik dari CH. Setelah dilakukan cek urine kepada tersangka CH menunjukan hasil positif BZO (Benzodiazepin),” jelas Fahri.

Ia menjelaskan, RNM dikenakan Pasal 311 Jo 312 UU RI No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan dipidana penjara paling lama 4 (Empat) Tahun atau denda paling banyak Rp. 78.000.000,(Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah).

“CH dikenakan Pasal 62 UU RI No. 05 Tahun 1997 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (Lima) Tahun atau Denda Paling Banyak Rp. 100.000.000,(Seratus Juta Rupiah),” tandasnya.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota