Polisi Amankan Barbuk Fantastis, 374 Gram Shabu yang Bisa Selamatkan 1700 Jiwa

oleh -2 views

Foto: ist

Polres Cirebon Kota berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis shabu yang bermuara ke Lapas Ciamis

INFOCRB.COM, CIREBON.- Jajaran Sat Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis shabu yang bermuara ke Lapas Ciamis dengan barang bukti yang fantastis.

Tak tanggung-tanggung, dari jaringan tersebut petugas berhasil mengamankan shabu seberat 374 gram, jumlah yang cukup fantastis dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Dari informasi dan data yang dihimpun menyebutkan, pembongkaran jaringan Lapas Ciamis tersebut berawal saat Sat Narkoba mengamankan R, seorang kurir yang kedapatan tengah menempelkan shabu.


Kemudian dari pengembangan, ternyata R merupakan suruhan dari PH dan YS, pasangan suami istri warga Harjamukti yang melakukan packing sebelum dikirim oleh R, dimana dari kediaman PH dan YS, petugas mengamankan shabu seberat 50 gram beserta bong dan alat-alat untuk packing.

Tak hanya sampai disitu, petugas kembali melakukan pengembangan, hingga diketahui bahwa PH dan YS dikendalikan oleh T, narapidana yang saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Ciamis.

Dari hasil pengembangan keluarga T, ternyata ia memiliki kakak berinisial AL yang tinggal di Palimanan, dan saat di grebek petugas, ditemukan barang bukti shabu seberat 200,5 gram, dan ternyata AL ini bertugas menyimpan barang sebelum dipacking oleh PH dan YS.

“Diamankan empat orang, berawal dari kita amankan satu orang yang menempel barang, kurir inisial R, mengembang hingga terakhir kita amankan AL yang berperan menyimpan barang, kakak T yang merupakan narapidana di Lapas Ciamis,” ungkap Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy saat gelar perkara, Rabu (27/11/2019).

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, lanjut Roland, PH dan YS sudah sudah menjalani bisnis haram tersebut sejak setahun terakhir, dengan alasan pendapatan yang cukup menggiurkan dari setiap gram penjualannya.

“Suami istri, PH dan YS kita amankan, PH mengaku kenal R sekitar tiga empat bulanan, dan YS, istrinya berperan membantu menimbang sebelum di packing, keduanya diamankan di Penggung,” kata Roland.

Saat ini, dijelaskan Roland, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap jaringan ini, dimana diduga T sendiri mendapatkan barang dari bandar besar yang mengarah ke Lapas Cipinang, Jakarta, dan untuk jaringan lapas yang kasusnya banyak terjadi, diakui Roland memang pihak kepolisian memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan, namun koordinasi terus dilakukan, termasuk dengan Lapas Ciamis, dan dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi untuk mengembanhkan kasus dengan barbuk besar ini.

“Sumber utama dalam pengembangan, karena dia (T) bukan bandar besarnya, kita dapat informasi, T punya rekanan di Cipinang, Jakarta. Sasaran sebarannya umum, lintas Provinsi, jadi bukan hanya di Cirebon,” ujar Roland.

Keempat tersangka yang berhasil ditangkap dari jaringan Lapas Ciamis, ditambahkan Roland, akan dijerat dengan Undang-undang Narkotika, pasal 114 UU nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 6 sampai 20 tahun, sampai bisa seumur hidup.

“Kita kenakan pasal Narkotika, total barang bukti dari jaringan ini 374 gram shabu, pembongkaran ini diperkirakan bisa menyelamatkan 1700 orang,” pungkas Roland. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan