BeritaCirebonHukum

Polisi Ringkus Pengedar yang Jual Obat-obatan Keras ke Pelaku Pembunuhan

Foto: Ist// JH pengedar obat-obat keras, termasuk dia juga yang menjual obat kepada RM dan YS

INFOCRB.COM, CIREBON.- Setelah menemukan fakta baru, bahwa dua pelaku penusukan di Jalan Ciptomangunkusumo akhir pekan lalu menjalankan aksinya dibawah pengaruh obat-obatan keras, jajaran kepolisian Resor Cirebon Kota tidak berhenti sampai meringkus keduanya. Alhasil pengembangan pun dilakukan, hingga pada hari Senin (9/9), polisi berhasil meringkus JH, pengedar obat-obat keras, termasuk dia juga yang menjual obat kepada RM dan YS sebelum melakukan aksi di dua TKP berbeda pada Jumat malam (6/9) lalu.

JH diamankan didepan Terminal Harjamukti, tempat dimana ia biasa menjual obat-obat keras kepada para pelanggannya.


Dalam keterangannya, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan bahwa penangkapan JH ini dilakukan sebagai tindaklanjut dan pengembangan dari insiden yang menewaskan seorang santri asal Kalimantan akhir pekan lalu.
“Pengungkapan yang dilakukan ini menindaklanjuti kasus dilapangan kemarin, terkait insiden pembunuhan. Kita tidak puas hanya dengan menangkap pelakunya, lalu kita cari akar permasalahannya, ternyata salahsatunya JH ini karena pelaku beraksi dibawahpengaruh obat, dia yang memasok obat kepada dua pelaku,” ungkap Roland saat gelar perkara di Mapolres Cirebon Kota.


Dari keterangan polisi, juga diketahui bahwa sebelum menjalankan aksinya, RM dan YS masing-masing menelan 20 butir obat yang didapat dari JH, dan dari tangan JH, lanjut Roland, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa 700 butir obat keras jenis Tramadol dan 200 obat keras jenis Trihex.


“Menurut pengakuannya, kedua pelaku menelan 20 butir sebelum kejadian. Penangkapan ini adalah bukti bahwa kami serius akan memberantas sampai akar. Ini akan terus dikembangkan, saya sudah perintahkan untuk terus bergerak melakukan pengejaran,” tegas Roland. JH akan dikenakan pasal 197 Jco 196 UU tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun kurungan.  (Agi)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close