Polres Ciko Tetapkan Pejabat DPUPR Kota Cirebon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

oleh -3 views

INFOCRB.COM, CIREBON- Jajaran Polres Cirebon Kota akhirnya mengungkapkan nama pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, berinisial YW. Ia menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan jalan di Jalan Rinjani Raya Bromo dan Mahoni Raya Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, yakni AKBP Roland Ronaldy mengatakan, jika nilai kontrak proyek jalan tersebut sebesar Rp. 599 juta yang berumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal itu diungkapkannya, saat menggelar Conferensi Pers, Senin (14/1) di Mapolres setempat.

“Proyek itu sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2016. Kontraknya sebesar Rp.599 juta rupiah,” ujar Roland.

[ads1]

Dirinya menuturkan, jika pihaknya baru menetapkan satu tersangka. Saat ini, berkas kasus tersebut sudah dikirim, dan sedang dalam proses penngkajian di Kejaksaan. Ia mengaku, ada kemungkinan tersangka lain yang akan ditangkap.

“Berkas secara lengkap dengan keterangan ahli, semuanya sudah dikirm ke Kejaksaan. Nanti akan segera P. 21,” kata dia.

Roland menjelaskan, jika tersangka YW saat ini menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sudah ada sekotar 33 saksi yang sudah memberikan keterangan, BPKP, serta LKPP secara lengkap.

“Negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp.205 juta. Dengan modus melakukan kontrak yang tak sesuai pada aturan dan prosedur lelang. Tersangka juga mengurangi spesifikasi pekerjaan, ” jelas dia.

Hingga saat ini, Roland dan jajarannya masih mengembangkan pihak lain yang kemungkinan terlibat, baik swasta maupun kontraktornya.

“Pihak swasta sendiri belum ditetapkan menjadi tersangka, kami masih fokus pada penyelenggara negara, ” ungkapnya.

Sementara, untuk penahanan tersangka akan dilakukan jika dirinya tidak bersikap kooperatif. YW sendiri masih bertugas dan tidak melarikan diri.

“Kami masih menunggu keputusan dari Kejaksaan. Kalau sudah P. 21, kami akan melakukan penangkapan tersangka. Kita serahkan tersangka serta barang bukti ke Kejaksaan, ” ucapnya.

Roland sendiri mengaku, bahwa dirinya akan memastikan, kemungkinan status tersangka bisa naik dari PPK ke KPA, itu pun jika pengembangan mengarah kesana. Akan tetapi, proses penyidikan masih berlanjut, namin belum ditemukan indikasi mengarah ke KPA.

“Nanti kita lihat perkembangannya. Apakah bisa meningkat ke KPA atau tidak, ” pungkasnya. (Agi)

[ads2]

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan