BeritaCirebonVirus Corona

PSBB Resmi Diterapkan di Kabupaten Cirebon, Berikut Aturannya

INFOCRB.COM, CIREBON– Bupati Cirebon telah menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai berlaku pada Rabu 6 Mei 2020.

Berdasarkan peraturan Bupati Cirebon Nomor 24 Tahun 2020 tersebut terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan.
 
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron MAg mengatakan salah satu aturannya yakni untuk pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan.

Selama PSBB ini, sejumlah aktivitas masyarakat diberhentikan sementara waktu, antara lain:

1. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya.
2. Dalam pelaksanaan penghentian sementara kegiatan di sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), semua aktivitas pembelajaran diubah pelaksanaannya dengan melakukan pembelajaran di rumah/tempat tinggal masing-masing melalui metode pembelajaran jarak jauh dan/atau secara virtual.

1. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor. Dikecualikan :

  • Perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi pelayanan langsung kepada masyarakat
  • Seluruh kantor/instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah berdasarkan pengaturan dari pimpinan kantor/instansi pemerintah terkait.
  • Badan usaha milik negara/daerah yang turut serta dalam penanganan Covid-19 dan/atau pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, mengikuti pengaturan dari kementerian terkait dan/atau Pemerintah Daerah
  • Kantor Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah
  • Pelaku usaha yang bergerak pada sektor: kesehatan; bahan pangan/makanan/minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industry
  • Organisasi kemasyarakatan yang bergerak pada sektor kebencanaan dan/atau sosial.
  • Lahan pertanian tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan

2. Selama penghentian sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib mengganti aktivitas bekerja di tempat kerja dengan aktivitas bekerja di rumah/tempat tinggal.

1. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu.
2. Selama penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing.
3. Pembimbing/guru agama dapat melakukan kegiatan pembinaan keagamaan secara virtual atau secara langsung dengan menerapkan ketentuan mengenai jaga jarak secara fisik (physical distancing).
4. Selama penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kegiatan penanda waktu ibadah seperti adzan, lonceng, dan/atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa.

Pembatasan Kegiatan Di Tempat Atau Fasilitas Umum dilakukan melalui :
a. Selama pemberlakuan PSBB, penduduk dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari 5 (lima) orang di tempat atau fasilitas umum.
b. Pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan penduduk selama pemberlakuan PSBB.
c. Dikecualikan dari larangan kegiatan di tempat atau fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kegiatan penduduk untuk:
− memenuhi kebutuhan pokok dan/atau kebutuhan sehari-hari;
− memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, obat- obatan dan alat kesehatan; dan
− melakukan kegiatan olahraga secara mandiri.

Pembatasan Jam Operasional

Dalam melayani pemenuhan kebutuhan penduduk selama pemberlakuan PSBB, pelaku usaha wajib mengikuti pembatasan kegiatan sebagai berikut:
a. menerapkan jam operasional dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. pasar rakyat, dengan waktu operasional mulai pukul 02.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB;
  2. toko modern yang berbentuk minimarket, supermarket dan perkulakan, dengan waktu operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB; dan
  3. toko/warung kelontong/warung makan dengan waktu operasional mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB; dan
  4. untuk pedagang musiman ta’jil selama bulan ramadhan dengan waktu operasional sampai dengan pukul 16.00 WIB.

1. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara atas kegiatan sosial dan budaya yang menimbulkan kerumunan orang.
2. Kegiatan sosial dan budaya sebagaimana dimaksud, termasuk pula kegiatan yang berkaitan perkumpulan atau pertemuan politik; Olahraga; Hiburan; Akademik; dan Budaya. Dikecualikan dari penghentian atas kegiatan sosial dan budaya untuk kegiatan
3. Khitan yang dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan, dihadiri oleh kalangan terbatas (keluarga inti), menggunakan masker dan menjaga jarak antar pihak
yang hadir (physical distancing) paling sedikit dalam rentang 1 (satu) meter; serta meniadakan acara perayaan yang mengundang keramaian.
4. Pernikahan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil, dihadiri oleh kalangan terbatas, yaitu keluarga inti, menggunakan masker, menjaga jarak antar pihak yang hadir (physical distancing) paling sedikit dalam rentang 1 (satu) meter; dan meniadakan acara resepsi pernikahan yang mengundang keramaian.
5. Pemakaman dan/atau takziah kematian yang bukan karena Corona Virus Disease-2019 (COVID-19). Pelaksanaan kegiatan pemakaman dan/atau takziah kematian yang bukan karena Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) dilaksanakan dengan ketentuan : 1) dilakukan di rumah duka; 2) dihadiri oleh kalangan terbatas, yaitu keluarga inti; 3) menggunakan masker; dan 4) menjaga jarak antar pihak yang hadir (physical distancing) paling sedikit dalam rentang 1(satu) meter.

Selama pemberlakuan PSBB, semua kegiatan pergerakan orang dan/atau barang dihentikan sementara, kecuali untuk:
a) transportasi barang, antara lain:
(1) angkutan barang untuk kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi;
(2) angkutan barang untuk keperluan bahan pokok;
(3) angkutan untuk makanan dan minuman termasuk barang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang perlu distribusi ke pasar dan supermarket;
(4) angkutan untuk pengedaran uang;
(5) angkutan bahan bakar minyak/bahan bakar gas;
(6) angkutan barang untuk keperluan distribusi bahan baku industri;
(7) angkutan barang untuk keperluan ekspor dan impor;
(8) angkutan barang dan bus untuk keperluan distribusi barang kiriman (kurir servis, titipan kilat, dan sejenisnya);
(9) angkutan bus jemputan karyawan industri;
(10) angkutan barang untuk kegiatan proyek pemerintah; dan
(11) angkutan yang menunjang kegiatan pertahanan dan keamanan.
b) transportasi orang, antara lain:
(1) kendaraan bermotor pribadi;
(2) angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum; dan
(3) angkutan perkeretaapian.
Bagi Pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan untuk digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan, menggunakan masker di dalam kendaraan, tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit, dan membatasi jumlah orang maksimal dari kapasitas kendaraan, dengan ketentuan untuk mobil penumpang sedan atau sejenisnya dengan kapasitas duduk 4 (empat) orang, maka maksimal dapat mengangkut 3 (tiga) orang dan mobil penumpang bukan sedan atau sejenisnya dengan kapasitas duduk lebih dari 4 (empat) orang, maka maksimal dapat mengangkut 4 (empat) orang.

Pengguna sepeda motor pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan : 1) digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB; 2) melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan; 3) menggunakan masker, sarung tangan, jaket/pakaian berlengan panjang; dan 4) tidak berkendaraan jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang. Angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan/atau moda transportasi barang diwajibkan membatasi jumlah orang maksimal 50% (lima puluh persen) dari kapasitas angkutan, membatasi
jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah dan/atau instansi terkait; melakukan disinfeksi secara berkala moda transportasi yang digunakan, melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh petugas dan penumpang yang memasuki moda transportasi;menggunakan masker di dalam kendaraan, menjaga jarak antar penumpang (physical distancing) paling sedikit dalam rentang 1 (satu) meter, dan memastikan petugas dan penumpang moda transportasi tidak sedang mengalami suhu tubuh diatas normal atau sakit.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memastikan pasokan kebutuhan pangan 14 bahan pokok aman hingga Idul Fitri. Karena itu, warga diimbau tak khawatir selama pandemi corona dan dijamin stok kebutuhan pokok masyarakat aman dan melebihi target, jadi masyarakat tidak usah fanic buying.

Diketahui, PSBB di Kabupaten Cirebon dimulai besok (6/5). PSBB berlaku selama 14 hari hingga 19 Mei 2020. (Adm)

Komentar on Facebook

Baca Juga:  Pesantren Daarut Tauhid Al-Ishlah Bershalawat, Momentum Menjaga Ukhuwah
Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close