CirebonVirus Corona

Rancangan Pembatasan Aktifitas Sudah Disiapkan, Walikota : Belum Ditandatangani karena Saya Sayang Pelaku Ekonomi

Foto : Monitoring protokol kesehatan di Mal

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kota Cirebon menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang masuk dalam zona merah dengan tingkat resiko tinggi penyebaran virus Corona.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis beserta jajarannya melalukan pengawasan protokol kesehatan lebih ketat.

Hampir setiap hari Walikota turun langsung ke jalan untuk menegur siapa saja yang melanggar protokol kesehatan.

Sabtu (26/9/2020), Wali Kota Cirebon bersama SKPD terkait keliling tempat keramaian seperti mall dan pusat kuliner.

“Saya meminta ke manajemen mall, untuk melakukan pembinaan kepada manajer operasional restoran untuk mentaati protokol kesehatan,” ujar Azis di sela kegiatan monitoring pengawasan tersebut.

Baca Juga:  Dirut PDAM : Tidak Ada Kenaikan Tarif, Jumlah Tagihan Efek WFH

Azis meminta kepada pengelolaan restoran atau tempat makan, agar mengurangi kursi konsumen (makan di tempat), sebagai bentuk sosial distancing.

“Jangan pernah mengatakan rugi, jika kursi dikurangi, karena itu demi terwujudnya protokol kesehatan, kalau masih menghitung untung rugi, akan ada keadaan yang lebih mahal manakala Kota Cirebon ini outbreak atau PSBB lagi,” ungkapnya.

Menurut Azis, kemungkinan pembatasan aktifitas sudah pemerintah siapkan, tetapi, kata Azis, dirinya selaku kepala daerah harus menghitung, mana yang membuat merosotnya ekonomi, mana yang protokol kesehatannya yang harus ditingkatkan.

“Rancangannya (pembatasan aktifitas) sudah dibuat, tapi belum saya tandatangani karena saya sayang pada pelaku ekonomi,” ungkapnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close