BeritaBisnisCirebon

Rute Baru Citilink Penerbangan Dalam Negeri Jakarta-Majalengka Disetujui Kemenhub

Foto : Istimewa

INFOCRB.COM, JAKARTA.- Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, dan peraturan perubahannya, serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penerbangan, ditambah surat dari PT. Citilink Indonesia Nomor: CITILINK/JKTCNQG/20001/I/2020 Tanggal 02 Januari 2020 perihal Permohonan Persetujuan Rute Penerbangan Baru Dalam Negeri Rute Jakarta (CGK)-Majalengka (KJT) PP Periode Winter 2019, yang diajukan pada tanggal 06 Januari 2020.

Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kemenhub RI menyatakan bahwa Clearance dari Bandar Udara Soekarno – Hatta, Jakarta (sesuai data dari IASM), selain itu persetujuan Slot Time Perum LPPNPI Unit Kertajati Bandara Internasional Jawa Barat berdasarkan nomor 005/D/19.03/LPPNPI/OPS.01.01/I/2020 tanggal 03 Januari 2020 perihal Rekomendasi Slot Time.

Pesetujuan Slot Time Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Jawa Barat Nomor 13.01/15/01/2020/0007 tanggal 03 Januari 2020 perihal Rekomendasi Slot Time,
dengan hormat disampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat memberikan Persetujuan
Rute Penerbangan Baru Dalam Negeri Rute Jakarta (CGK) – Majalengka (KJT) PP Periode Winter 2019
kepada PT. Citilink Indonesia .

Dalam surat persetujuan nomor AU.012/1/22/DRJU-DAU-2020 Jakarta, 10 Januari 2020. Kemenhub menegaskan, .engacu KM 106 Tahun 2019, tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal
dalam negeri pada rute penerbangan Jakarta (CGK) – Kertajati (KJT) atau sebaliknya dengan pesawat tipe jet
untuk kelompok pelayanan no-frills yaitu Tarif Batas Atas sebesar Rp. 342.550,- dan Tarif Batas Bawah
sebesar Rp. 119.893,- (belum termasuk PPN 10%, iuran wajib asuransi, PSC).

Baca Juga:  Fiersa Besari Ingatkan Luka Hati Penonton Comfest Jeh 2019

Selain itu, dalam pelaksanaan penerbangan sebagaimana tersebut diatas, PT. Citilink Indonesia diwajibkan mematuhi peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku tentang keselamatan dan keamanan
penerbangan.

Kemudian, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor : PM 45 Tahun 2017 bahwa PT. Citilink Indonesia wajib menyampaikan rencana usaha (business plan) untuk rute CGK-KJT pp selambat – lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkannya izin rute penerbangan tersebut dan menyelesaikan rencana usaha (business plan) tersebut dala waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkannya izin rute penerbangan tersebut.

Poin selanjutnya, apabila dalam waktu 1 (satu) bulan tidak menyampaikan rencana usaha (business plan), maka izin rute penerbangan tersebut dibekukan. Dan apabila dalam waktu 6 (enam) bulan tidak menyelesaikan rencana usaha (business plan) rute tersebut, maka izin rute penerbangan tersebut dicabut.

Dalam surat itu juga tertulis, dimohon kepada Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Direktur Utama Perum LPPNPI, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Tangerang untuk meneruskan surat persetujuan ini kepada jajaran di
lingkungan wilayah kerjanya untuk dilakukan pengawasan dalam pelaksanaannya. (Infocrb/Rilis)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close