CirebonVirus Corona

Sampai Hari Kelima Masa AKB Belum Ada Tempat Hiburan Buka, DKOKP : Semua Masih Mempersiapkan

Foto : Kabid Pariwisata DKOKP, Wandi Sofyan

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Cirebon saat ini, sesuai dengan ketentuan yang ada, yakni Peraturan Walikota (Perwali) nomor 28/ 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada kondisi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Cirenon, tempat hiburan boleh kembali beroperasi dengan persyaratan yang sangat ketat, diantaranya harus mengantongi surat keterangan dari Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP).

Setelah masa AKB mulai diberlakukan Sabtu (27/6/2020) akhir pekan lalu.

Per hari ini, Rabu (1/7/2020) belum ada satupun tempat hiburan yang mengajukan surat rekomendasi pembukaan usaha kepada DKOKP.

Kabid Pariwisata DKOKP, Wandi Sofyan S STP menyampaikan, dari data yang ada, sedikitnya sembilan tempat karaoke, empat bioskop dan beberapa tempat bermain anak masuk dalam kategori tempat hiburan yang dimaksud, dan hingga kemarin belum ada satupun yang mengajukan permohonan surat rekomendasi operasional usahanya.

“Tempat hiburan itu ada karaoke, bioskop, hiburan anak banyak, ada yang terpusat ada juga yang misah di setiap mall,” ungkap Wandi.

Mulai dari awal pandemi hingga saat ini, lanjut Wandi, para pelaku usaha di sektor pariwisata masih patuh terhadap kebijakan yang diterapkan, dan pada masa AKB ini, mereka diberikan relaksasi untuk kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk memastikan hal tersebut, pihak DKOKP berkoordinasi dengan asosiasi para pelaku usaha tempat hiburan, termasuk mensosialisasikan surat rekomendasi yang harus dikantongi jika tempat hiburannya akan kembali beroperasi.
“Untuk menjalankan usaha nya lagi, harus ada surat, belum ada yang mengajukan secara formal, tapi kita koordinasi dengan asosiasi,” lanjut Wandi.

Surat yang dikeluarkan oleh DKOKP, dijelaskan Wandi, ada dua bentuk surat, pertama adalah surat rekomendasi pembukaan usaha, ini diperuntukkan bagi tempat hiburan yang akan kembali mulai beroperasi di masa AKB.
Kemudian ada surat rekomendasi pelaksanaan kegiatan, ini lebih kepada hotel-hotel yang akan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga:  Kota Cirebon Bersiap Jalankan PSBB Tingkat Provinsi Jabar

“Surat rekomendasi pelaksanaan kegiatan untuk hotel itu untuk per kegiatan, untuk tempat hiburan surat rekomendasi operasional pembukaan usaha, hanya disektor hiburan, satu kali rekomendasi,” jelas Wandi.

Untuk prosedur pengajuannya sendiri, kata Wandi, pihak hotel atau tempat hiburan yang ingin mengajukan bisa langsung ke DKOKP, kemudian pihak DKOKP akan menindaklanjuti secara ketat dengan mengirim tim verifikasi yang terdiri dari DKOKP, Satpol PP dan Dinas Kesehatan apakah layak atau tidak yang mengajukan mendapatkan rekomendasi yang diperlukan.

Bagi hotel yang akan menyelenggarakan kegiatan, akan dilihat apakah lokasi hotel masuk zona apa, kemudian berapa tamu yang datang hingga protokol kesehatan yang diberlakukan apakah sesuai ketentuan AKB atau tidak.
Sementara untuk tempat hiburan, juga akan disurvei dan diverifikasi oleh tim, apakah penerapan protokol kesehatannya layak atau tidak.

“Dua surat tersebut prosesnya hampir sama, pengajuan, verifikasi di lapangan, dilihat zona apa dan sebagainya. Hari ini kami memverifikasi salahsatu hotel di Kecamatan Kejaksan karena akan menyelenggarakan rapat,” kata Wandi. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close