Sandaran Sungai Longsor, Pohon Besar di Kalijaga Tumbang, Penanganannya Lintas Sektor

oleh -36 views

Foto : Pohon Besar di Kalijaga Kramat Tumbang ke aliran sungai

INFOCRB.COM, CIREBON.- Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon mendapatkan laporan melalui sambungan langsung 112 bahwa adanya pohon tumbang dan senderan yang longsor di Sungai Cikalong, tepatnya ada di wilayah petilasan Kalijaga, Kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Senin (8/2/2021).

Salahsatu warga pemilik toko di lokasi kejadian, Raden Yudi menuturkan, longsor yang mengakibatkan pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Senin dini hari, masih dalam kondisi hujan, ia yang saat itu masuh terbangun bersama satpam di perumahan Griya Kalijaga mendengar ada suara seperti pohon tumbang.

Beruntung batang pohon jatuh melintang di badan sungai, tidak sampai menimpa jembatan yang menjadi akses ke peruhaman Griya Kalijaga, padahal, senderan yang longsor hanya terpisah beberapa senti meter saja dengan badan jembatan. Bahkan diketahui, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses ke perumahan Griya Kalijaga.

“Saya lihat langsung, yang lihat itu saya, satpam sama ada warga perumahan, menjelang shubuh tiba-tiba ada suara ‘grasak’ di seberang itu untungnya tanah kosong, ada pohon aja,” ungkap Yudi.

“Kalau jembatan kena, gak bisa masuk ke perumahan mas, itu akses satu-satunya,” tambah Yudi.

Pagi hari, barulah warga memberikan laporan ke pemerintah setempat, yang langsung diteruskan kepada panggilan darurat 112, pihak KPBD, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) hingga BBWS CImanuk-Cisanggarung pun langsung meninjau lokasi.

Pohon besar yang tumbang, diketahui adalah pohon jenis rengas yang sudah berusia ratusan tahun, dengan tinggi sekitar 12 meter dan diameter mencapai dua meter.

Karena kondisi senderan yang sudah rapuh akibat terkikis aliran arus air yang sedang deras akibat hujan, akar pohon tersebut ikut mempengaruhi kekuatan senderan, sehingga tanggula yang ada diatasnya pun ikut longsor.

“Senderan sudah tua, kurang lebih sepuluh tahun, kalau tanggul diatasnya sih baru dibangun tahun kemarin mas, ditambah pohon usia ratusan tahun posisinya ada di senderan pas belokan,” jelas Yudi.

Kepala DPRKP Kota Cirebon, Agung Sedijono mengungkapkan bahwa DPRKP sekitar pukul delapan pagi menerima laporan adanya pohon tumbang di jalan Pramuka, setelah itu, bersama semua SKPD terkait langsung turun ke lapangan, pertama yang dilakukan, DPRKP bersama dengan KPBD berusaha mengevakuasi pohon besar yang tumbang melintang ke sungai.

Setelah pihaknya cek, dikarenakan badan pohon yang sangat besar, beban pohon yang berat, dan posisi badan pohon yang jatuh ke sungai secara melintang, ditambah kondisi hujan yang masih turun pagi kemarin pun menyulitkan petugas, sehingga evakuasi sempat ditunda dan petugas hanya bisa memangkas ranting-ranting pohon yang masih terjangkau oleh alat potong yang ada.

“KPBD dan DPRKP dalam kondisi hujan sudah ke TKP, memang belum maksimal, karena kondisi pohon berukuran sangat besar, lokasi didalam sungai, memerlukan alat berat untuk mengangkat badan pohon,” ungkap Agung.

Untuk itu, evakuasi sempat ditunda menunggu kondisi cuaca membaik, dan pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung yang ikut meninjau ke lapangan pun akan ikut melakukan evakuasi, dengan menurunkan alat berat.

“Khawatir jika turun hujan, pohon tersebut akan menghalangi arus air dan akhirnya meluap ke permukiman, tapi untuk evakuasi, badan pohon perlu diangkat terlebih dahulu dengan alat berat,” kata Agung.

Ditempat yang sama, Kepala KPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar mengatakan, evakuasi pohon besar yang jatuh ke sungai Cikalong pagi, memang sangat beresiko karena kondisinya hujan, oleh karena itu, penanganan sementara baru sebatas melakukan pemangkasan ranting yang terjangkau.

Dari segi kewenangan, dijelaskan Khaerul, kejadian ini memang perlu penanganan lintas sektor, karena disana ada kewenangan BBWS dan juga DPUPR, termasuk KPBD dan DPRKP dari segi kebencanaan dan evakuasi pohon.

“Penanganan sementara, karena ini hujan, beresiko, kita stop dulu, sementara dipasang pembatas dulu dengan police line, kita juga nunggu alat, perlu alat berat untuk mengangkat badan pohon, karena ini juga kewenangannya lintas, KPBD, DPRKP, Satpol PP, BBWS, jadi kita turun bersama,” ungkap Khaerul.

Dikhawatirkan hujan kembali turun dan longsoran tanah akan kembali meluas, kata Khaerul, ia pun berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, karena sekitar 1,5 meter dari senderan yang longsor adalah jalan pramuka yang masih dilintas kendaraan.

“Kita kontak Dishub juga, khawatir meluas, apakah nanti tetap bisa melintas, atau ditutup, karena jaraknya dekat dengan jalan,” ujar Khaerul.

Sementara itu, pihak DPUPR pun melakukan sudah melakukan pengukuran, Kasi Infrasturktur Air Limbah Perkotaan DPUPR, Hendrayatmo ST mengatakan, setelah diukur, panjang dari senderan yang longsor kemarin mencapai 35 meter, dengan tinggi hampir delapan meter.

Beberapa alternatif yang bisa diterapkan, kata Hendra, senderan yang longsor bisa dibangun dengan sistem bronjong batu, sistem tersebut akan lebih efektif jika dibanding dengan beton.

“Kita ukur, ini memang diakibatkan pohon, sudah tua, akar sudah kemana-mana, yang rapuh memang senderan bawah, tetapi atasnya otomatis ikut longsor, secara kewenangan, sungai di BBWS, tapi nanti kita akan upayakan angggarkan, tapi tetap nanti kita koordinasi dengan BBWS,” kata Hendrayatmo. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan