Satu-satunya Zona Merah, Walikota : Awas Jangan Datang ke Kota Cirebon

oleh -157 views

Foto : Konferensi pers terkait perkembangan kasus Covid-19 Kota Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.- Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menghimbau warga luar Kota Cirebon jangan datang ke Kota Cirebon apabila tidak taat menjaga protokol kesehatan. Hal tersebut dikatakannya saat konferensi pers perkembangan Covid-19, Senin (24/5/2021)

“Awas jangan datang ke Kota Cirebon, kalau tidak menjaga prokes, masuk Kota Cirebon wajib menjaga protokol kesehatan dan warga Kota Cirebon harus berperan aktif mengingatkan saudara-saudara kita taat prokes,” tegasnya.

Menurut Azis, sebagai upaya menangani kondisi zona merah ini, Tim Satgas sudah menyusun aturan-aturan.

“Yang pasti, seluruh masyarakat Kota Cirebon harap waspada bahaya Corona mengintai,” ujarnya.

Azis mengungkapkan, Kota Cirebon menjadi satu-satunya, karenanya, semua berperan aktif agar saling menjaga. “Tempat-tempat keramaian harus menjaga protokol kesehatan. Kerasnya pemerintah tidak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat,” kata Azis.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sub Divisi Data dan Kajian Epidemiologi Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis hasil evaluasi resiko masyarakat kota/kabupaten di Jawa Barat, Senin (24/5/2021).

Data zona resiko Covid-19 se-Jawa Barat pada periode 17 – 23 Mei 2021 menyebutkan, dari total 27 Kota/Kabupaten se-Jawa Barat, hanya Kota Cirebon yang berada di zona merah (risiko tinggi) dan hanya Kabupaten Sukabumi yang berada di zona kuning (risiko rendah) selebihnya berada di zona oranye (risiko sedang).

Standar WHO untuk pemeriksaan spesimen adalah 1 per 1.000 pendudukbper pekan (45.161 spesimen). Jumlah pemeriksaan kasus/spesimen di Jawa Barat sepekan kurang dari standar WHO sebanyak 27.482 spesimen (61% dari standar WHO). Standar WHO untuk positivity rates adalah 5% dari kasus diperiksa 5% x 27.492 = 1.374 spesimen positif.

Kasus positif = 8.083 spesimen positif; Persentase kasus positif = (8.083 : 27.492) x 100% = 29,0%; Positivity rates Jawa Barat (29,0% atau 8.083 spesimen positif) masih tinggi di atas positivity rates standar WHO (5% atau 1.374 spesimen positif). (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota