BudayaKota Cirebon 649

Sedekah Bumi dan Nadran Gunung Jati, Pagelaran Wayang Kulit Tak Lekang oleh Zaman

INFOCRB.COM- Untuk mensyukuri rahmat dan berkat Tuhan yang Maha Esa, para nelayan dan masyarakat Cirebon menggelar tradisi sedekah bumi dan nadran dengan menyelenggarakan serangkaian acara sejak kamis (20/9) hingga ditutup dengan acara ider-ideran pada hari minggu (23/9). Dalam menyelenggara serangkaian acara kebudayaan ini, salah satu tradisi yang selalu dilestarikan adalah pementasa wayang kulit yang digelar pada Jumat malam (21/9).

Dimualai sejak pukul 22.00 WIB pagelaran wayang dalam rangka Sedekah Bumi dan Nandran diselenggarakan di Paseban Dalem Komplek Makan Sunan Gunung Jati. Dipandu oleh Dalang Suganda, kisah Baratayuda dengan syarat akan makna. Keberanian, kebaikan, dan keteguhan menjadi pesan dari pementasan wayang kulit tersebut. Baratayuda sendiri mengisahkan perebutan kekuasan antara keluarga Kurawa dan keluarga Pandawa.

Tradisi ini dilakukan dari tahun ke tahun, pada kesempatan itu pun Dalang Suganda mengungkapkan harapannya yaitu agar seluruh masyarakat selalu mendapat anugerah dari Tuhan yang Maha. “Pada pementasan ini semoga menjadi berkah untuk kita semua. Hari ini saya ditemani oleh dua sinden yang kami panggil Soimah dan Inul Daratista,” ujarnya sambil guyon untuk mencairkan suasana.

Seakan tak ingin ketinggalan, meski dipentaskan pada larut malam. Warga Cirebon tetap antusias untuk menyaksikan pementasan wayang kulit ini. Tak hanya golongan sepuh, muda-mudi hingga anak-anak ikut mendengarkan kisah Baratayuda dengan antusias. Dalam pagelaran wayang yang usai hingga dini hari itu, banyak pula warga dari luar daerah yang menyaksikannya dengan seksama. (Int)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close