BeritaCirebon

Sedot Air, Solusi Darurat Atasi Genangan di Pemukiman Warga

Foto : Humas Pemda Kota Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.-Hujan deras dalam durasi yang sangat lama pada Senin (28/12/2020) lalu membuat beberapa ruas jalan tergenang air, bahkan di beberapa titik, air pun menggenangi permukiman warga di wilayah Kota Cirebon, salahsatunya pemukiman warga di RW 08 Karang Anom di Kelurahan Pegambiran.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati didampingi Kepala Bidang SDA pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) beserta unsur pemerintahan setempat meninjau lokasi pemukiman warga yang pada malam sebelumnya dikepung banjir. Bahkan hingga kemarin pun genangan masih terlihat di lingkungan RW tersebut.

“Ini sudah langganan banjir, RW 08 Karang Anom, kita coba cek ke lapangan, karena harus ada solusi, terutama di musim hujan yang sudah mulai luar biasa ini curah hujannya,” demikian disampaikan Eti usai meninjau lokasi banjir di RW 08 Karang Anom, Selasa (29/12/2020).

Hasil dari peninjauan yang dilakukan, setelah melihat beberapa titik yang diduga menjadi sumber genangan air di lingkungan tersebut, Eti mengatakan bahwa beberapa hal harus secepatnya dilakukan sebagai langkah antisipasi, diantaranya adalah dengan memperhatikan saluran air di lingkungan RW 08 Karang Anom.

“Tadi ada beberapa catatan dari bidang SDA, seperti membuat pompa, memberesi sodetan hingga pengerukan,” katanya.

Baca Juga:  Dukung Disabilitas Lanjutkan Pendidikan, Baznas Beri Bantuan Peralatan Sekolah

Dijelaskan Eti, beberapa alternatif yang harus dilakukan sebagai langkah antisipasi tersebut tidak terlepas dari kondisi keuangan daerah, sehingga yang harus secepatnya dilakukan adalah solusi sementara yang bisa menekan genangan.

“Sementara ini, Pa RW sabar, karena kita kembali melihat anggaran, tapi kita akan upayakan, jadi solusi hari ini tidak ada lagi, menyedot-menyedot saja dulu,” kata Eti.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Agung Kemal Hasan menambahkan, karena terbentur anggaran, sebagai langkah antisipasi mengurangi genangan di wilayah RW 08 Karang Anom, saat ini yang paling realistis adalah dengan sistem manual yang bersifat non permanen.

“Sementara ini, yang bisa kita lakukan adalah dengan menerapkan sistem manual saja, penyodetan menggunakan pompa-pompa air, karena memang anggarannya tidak ada,” ungkap Agung.

Kedepan kata Agung, tak hanya untuk di wilayah Karang Anom, genangan-genangan akibat kondisi drainase dan saluran air yang tidak berfungsi optimal akan coba diupayakan dengan menyiapkan pompa-pompa darurat.

“Kalaupun rencana kedepan, kita antisipasi pembelian pompa dengan instalasinya, disatu sisi, daerah ini juga merupakan daerah cekungan, sehingga air yang datang akan selalu tergenang, namun tidak akan lama,” kata Agung. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close