CirebonVirus Corona

Segera Disahkan, Raperda Penanggulangan Penyakit Masuk Pembahasan Sanksi

Foto : Ketua Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, dr Tresnawaty

INFOCRB.COM, CIREBON.- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit terus berproses dan digodok oleh Pansus Raperda tersebut.

Berdasarkan informasi, progresnya, dalam waktu dekat akan dibahas soal sanksi denda yang akan dimasukan dalam klausul Raperda.

Ketua Pansus Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, dr Tresnawaty Spb menyampaikan, raperda sampai hari ini masih dalam pembahasan, langkahnya yang akan dibahas dalam waktu dekat yakni mengenai klausul sanksi.

“Senin direncanakan raker lagi dengan pihak kepolisan dan kejaksaan dalam membahas klausul sanksi,” kata Tresnawaty saat dihubungi Infocrbcom, Kamis (17/9/2020).

Diungkapkannya, Raperda ini diparipurnakan awal pada tanggal 24 Agustus lalu, kemudian, tanggal 1 September sudah mulai konsentrasi. Hanya saja, kata Tresnawaty, pihak eksekutif saat itu ingin merevisi salah satu klausulnya.

“(Raperda ini) Paripurna tanggal 24 agustus. Tanggal 1 september sudah konsentrasi. Tapi saat itu pihak eksekutif ingin merevisi kembali klausulnya,” ungkap Tresnawaty.

Menurut dr Tresnawaty, klausul yang direvisi itu adalah klausul sanksi jadi, pihaknya akan membahas hal tersebut Senin mendatang..

“Target (disahkan) sih secepatnya, kemarin saya minta satu minggu ada pertemuan, ternyata baru ada Senin besok,” kata dokter spesialis bedah tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cirebon menginisiasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit.

DPRD Kota Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap raperda tersebut dengan dua raperda lainnya, Senin (24/8/2020).

Baca Juga:  Cegah Covid-19 di Lokasi Wisata, Kodim 0614 dan Ormas Semprot Disinfektan Keraton Kasepuhan

Pada dasarnya, semua fraksi merespon positif raperda dan mendukung agar segera dibahas agar bisa secepatnya disahkan.

Terkait raperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit yang diinisiasi, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengungkapkan bahwa inisiasi raperda tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit ini adalah respon atas pandemi yang saat ini terjadi, dimana pandemi merupakan hal yang baru dan jarang terjadi, sehingga tidak tindakan responsif yanh dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Ini merupakan bagian dari respon kita melihat kondisi yang ada. Selama ini penanganan memang baru, karena kita baru mengalami, sehingga perlu ada payung hukum dalam bentuk perda,” ungkap Agus.

Dengan adanya perda, lanjut Agus, kedepan akan ada regulasi yang mengatur tindakan yang harus dilakulan jika terjadi kembali bencana non alam, mulai dari deteksi dini, pencegahan hingga antisipasi dan penanggulangan.

“Sehingga kedepan ada kepastian dalam bentuk perda sehingga ada sanksi yang bisa diterapkan, selama ini kan sanksi masih ragu, mudah-mudahan dengan perda sanksi bisa lebih tegas,” kata Agus.

Tak hanya untuk Covid-19, penyakit lain yang berpotensi menyebar dengan cepat dan menimbulkan angka kematian yang tinggi akan bisa diatur dengan adanya perda tersebut.


“Tidak saja Covid-19, tapi juga penyakit infeksius lainnya, seperti TBC, DBD serta malaria karena angkanya tinggi juga,” kata Agus. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close