Sidang A de Charge, Terdakwa Hadirkan 4 Saksi dan Ahli, Korban Beri Tanggapan Begini

oleh -22 views

Foto : Sidang A de Charge di PN Cirebon

INFOCRB.COM, CIREBON.- Sidang lanjutan perkara dugaan penganiyaan dosen salah satu universitas swasta di Kota Cirebon kembali digelar di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Cirebon (PN Cirebon), Senin (2/8/2021).

Agenda sidang tersebut yakni A de Charge atau pemeriksaan saksi yang meringankan dari pihak terdakwa, Donny Nauphar.

Juru bicara majelis hakim sidang tersebut, Aryo Widiatmoko SH mengatakan, dalam sidang itu hadir empat orang saksi yang meringankan dan satu orang ahli, semuanya dari pihak terdakwa.

“Dari info yang saya dapatkan, saksi yang diperiksa itu empat orang dan ahli satu orang,” jelas Aryo usai sidang.

Terkait ketentuan jumlah saksi yang dihadirkan, menurut Aryo, para pihak yang menentukan, baik itu terdakwa maupun jaksa penuntut umum.

“Jaksa juga dapat menghadirkan ahli terkait pembuktian dakwaan, kalau terdakwa menghadirkan saksi atau ahli berkaitan dengan pembuktian dari bantahan-bantahannya,” ujarnya.

Sementara itu, ditemui usai sidang, Penasehat Hukum terdakwa, Qorib SH., MH., CIL., C.Me. mengatakan, hari ini persidangan pemeriksaan saksi yang meringankan pihaknya.

“Kami hadirkan saksi empat orang dari unsur kampus, satu orang ahli yang menjelaskan dan meluruskan fakta-fakta hukum yang sebenarnya,” kata Qorib.

Jika berkaitan dengan saksi dari kampus, kata Qorib, sudah jelas penyampaian saksi tersebut terungkap di persidangan bahwa memang korban setelah kejadian masih dapat beraktivitas seperti biasa.

“Tanggal 16 Februari 2021 kejadian perkelahian antara terdakwa dengan korban, kemudian tanggal 17 korban masih datang ke kampus, kami sudah buktikan di depan majelis hakim,” kata Qorib.

Artinya, lanjut Qorib, korban masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, aktivitas korbna tidak terhalang akibat dari kejadian tersebut.

“Saya meyakini bahwa apa yang dituduhkan oleh jaksa jelas-jelas tidak terbukti, bahwa Pasal 351 itu mengakibatkan korban tidak dapat beraktivitas, dari keterangan saksi tidak terbukti,” ujarnya.

Sementara itu, korban dr Herry Nur Hendriyana melalui Penasehat Hukumnya Dr. Moh. Djarkasih, S.H., M.H. menanggapi jalannya sidang tersebut.

Menurut Djarkasih, terkait kesaksian dari pihak terdakwa, khususnya soal upaya mediasi, kliennya memiliki alasan tersendiri, tidak seperti apa yang disampaikan saksi di depan majelis hakim.

“Ada beberapa alasan klien kami pergi dari upaya mediasi, bukan pergi tanpa pamit, seperti yang disampaikan saksi dari pihak terdakwa,” ucap Djarkasih.

“Keterangan saksi-saksi dalam sidang tersebut kami nilai tidak ada kaitannya dengan substansi perkara, sehingga tidak ada korelasinya dengan pembuktian,” imbunya.

Sidang akan kembali digelar pada 9 Agustus 2021 dengan agenda pembacaan tuntutan.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota