Sikapi Perkembangan Corona, Menag Terbitkan SE Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

oleh -27 views

Foto : Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon, Slamet S Ag

INFOCRB.COM, CIREBON.- Menteri Agama kembali menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadat, hal itu menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia dewasa ini.

Saat ini, SE tersebut sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat di daerah melalui penyuluh-penyuluh agama.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon, Slamet S Ag mengungkapkan, inti dari SE yang baru diteken Menteri Agama tersebut adalah untuk membatasi aktivitas dan kegiatan di rumah ibadah, mulai dari Masjid, Gereja, Pura, Klenteng serta tempat peribadatan lain.

Ditegaskan Slamet, melalui SE tersebut, Menteri Agama memberikan arahan untuk membatasi kegiatan, bukan melarang kegiatan peribadatan sebagaimana yang banyak disalah artikan.

“Intinya SE nomor 13/ 2021 itu adalah masalah pembatasan kegiatan ibadah di rumah ibadah. Menag tidak melarang ibadah, tapi hanya membatasi kegiatan ibadah, karena secara nasional perkembangan Covid-19 di Indonesia Siaga 1,” ungkap Slamet.

Sesuai dengan ketentuan yang tertulis dalam SE, lanjut Slamet, pembatasan yang harus dilakukan ditekankan kepada rumah ibadah yang berada di wilayah dengan kategori zona merah dan orange dalam hal penyebaran Covid-19.

“Lebih ditekankan kepada rumah ibadah yang ada di zona merah dan orange, jadi disana harus diperketat, bahkan kalau membahayakan ibadah dirumah, ini bentuk kehati-hatian dari pemerintah,” ujar Slamet.

Dijelaskan Slamet, untuk menindaklanjuti SE tersebut, di Kota Cirebon, ia sudah berkoordinasi dengan Pemkot, dimana sebagai turunan dari SE tersebut, akan diterbitkan Perwali agar penerapannya bisa sesuai dengan amanah SE nomor 13 tahun 2021.

Data-data penunjang dari SE tersebut pun sudah disampaikan Kemenag ke Pemkot untuk dijadikan dasar dalam penerbitan Perwali.
“Saya sudah ngobrol sama pa Asda, nanti dibuatkan Perwali turunan dari SE itu, terlebih di Indonesia sudah masuk virus varian Delta. Kemarin ketemu Asda, informasinya RSD Gunung Jati overload, karena itu kemarin saya sampaikan, akan dibuat turunan dari SE ini,” jelas Slamet.

Di internal Kementrian Agama sendiri, kata Slamet, SE nomor 13 tahun 2021 sudah disebarkan kepada para penyuluh serta stake holder di lingkup Kemenag, untuk disosialisasikan ke masyarakat melalui berbagai kesempatan.

Dalam waktu dekat, lanjut Slamet, Pemkot juga akan mengagendakan rapat lintas sektor untuk secara khusus membahas mengenai SE Menteri Agama ini, sehingga kedepan ketentuan di daerah, dalam hal pembatasan kegiatan di tempat ibadah, bisa selaras dengan arahan yang diberikan pemerintah pusat.

“Penyuluh sudah mulai bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat, Pa Asda juga mengagendakan rapat besar-besaran dengan semua leading sector minggu depan. Sekalian nanti membahas ketentuan untuk Idul Adha dan Kurban,” tandasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota