BeritaCirebon

Tepat di Hari Ulang Tahun Korban, Terdakwa Pembunuhan Santri Jalani Sidang Vonis

Foto : Sidang vonis terdakwa pembunuhan santri

Sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Yadi Supriyadi divonis hukuman 13 tahun kurungan, sedangkan Rizki Mulyono divonis 10 tahun kurungan

INFOCRB.COM, CIREBON.- Sidang kasus penusukan yang menewaskan seorang santri salahsatu Ponpes di Kuningan yang terjadi di Kota Cirebon beberapa bulan lalu kembali digelar.

Selasa (14/1/2020), sidang dengan agenda pembacaan vonis dilaksanakan di Pengadilan Negeri Cirebon dengan dipimpin Hakim Aryo Widiatmoko SH. Sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Yadi Supriyadi divonis hukuman 13 tahun kurungan, sedangkan Rizki Mulyono divonis 10 tahun kurungan.

Hari ini, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun korban pencurian dengan kekerasan (curas) yang berujung kematian korban M Rozien.

“Korban M. Rozien yang lahir pada tanggal 14 Januari 2002,” ujar Hakim dalam membacakan amar putusan sidang.

Lebih lanjut, Hakim membacakan amar putusannya. “Atas dasar pasal 170 ayat 2 KUHP dan pasal 80 ayat 3 undang-undang perlindungan anak. Selain itu, masing-masing terdakwa didenda sebesar Rp. 1 Milyar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan,” terangnya.

Terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut. Kuasa Hukum terdakwa, Suparman mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk terdakwa mendapatakan hukuman ringan.

Baca Juga:  Istirahat Sambil Nikmati Durian, Mampir Saja di Rest Area 228 Rekor Muri

“Namun keputusan dari majelis hakim dan keputusan 13 tahun penjara untuk Yadi dan 10 tahun untuk Rizki, sebagai kuasa hukum menerima,” ujarnya.

Pertimbangan menerima keputusan vonis majelis hakim, kata Suparman, karena sudah sesui dengan perbuatannya. Bila mana sudah bebas, pihaknya berharap bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat.

“Kami dari kuasa hukum telah menerima keputusan majelis hakim dan sudah mengakui bersalah, serta kedua terdakwa sudah bertobat,” pungkasnya.

Sementara itu, JPU kasus tersebut, Suryaman Tohir menyampaikan, bahwa keputusan hakim sangat tepat dan pilihan pasalnya pun sudah tepat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Maka diputuskan 13 tahun penjara, karena salah satu terdakwa sudah pernah melakukan tindakan pidana. Dan semua terdakwa sudah menyadari dan menyesali perbuatannya,” ujarnya usai persidangan.

Selain itu, lanjut Suryaman semua barang bukti milik terdakwa disita oleh negara seperti sepeda motor dan senjata tanjam dihancurkan.

“Jaksa menerima keputusan majelis hakim agar masyarakat tahu bahwa janhan melakukan hal itu. Untuk masalah banding, itu hak dia,” tukas Suryaman.

Pantauan Infocrbcom usai sidang, salah satu orang tua terdakwa menangis mendengar tuntutan yang didakwakan kepada anaknya tersebut. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close