Tidak Banding, Terdakwa Kasus Penganiayaan Dosen Terima Putusan PN Cirebon

oleh -16 views

Foto : penasehat hukum terdakwa

INFOCRB.COM, CIREBON.- Terdakwa kasus penganiyaan dosen salah satu universitas swasta di Kota Cirebon, Donny Nauphar menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Cirebon yakni dua bulan pidana. Hal tersebut disampaikan penasehat hukum terdakwa, Qorib SH., MH., CIL., C.Me.

“Kami menyatakan menerima putusan Pengadilan Negeri Cirebon dan tidak melakukan banding,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Sebelum mengambil kepuasan tersebut, kata Qorib, pihaknya sudah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pimpinan lembaga dimana kliennya bertugas.

“Mudah-mudahan ini keputusan yang terbaik, dan beliau (Donny Nauphar) siap melaksanakan apa yang sudah menjadi ketetapan pengadilan, terkait status, klien kami sampai tanggal 15 September masih tahanan kota,” ucap Qorib.

Sebelumnya, Terdakwa kasus penganiyaan dosen salah satu universitas swasta di Kota Cirebon, Donny Nauphar divonis dua bulan penjara oleh majelis hakim dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Senin (6/9/2021).

Juru Bicara PN, Aryo Widiatmoko SH mengatakan, pada persidangan dengan agenda putusan, majelis menyatakan bahwa terdakwa Donny terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan penganiayaan, sehingga majelis menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama dua bulan.

“Sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa diputus hukuman pidana dua bulan, kemudian menetapkan masa penahanan yang telah dijalani kurungan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, juga membebankan biaya perkara Rp 2 ribu kepada terdakwa,” ungkap Aryo.

Dikatakan Aryo, atas sidang tersebut masing-masing pihak diberikan waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap, dengan dua kemungkinan sikap, yakni menerima putusan ataupun menolak dengan menempuh langkah hukum banding.

“Sikap dari para pihak terdakwa maupun JPU mengambil sikap pikir-pikir selama 7 hari, selanjutnya, kalau tidak ada pernyataan sikap selama tujuh hari, secara otomatis para pihak dianggap menerima putusan, dan bisa dieksekusi,” kata Aryo.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis M Hasan Hidayat

Gambar Gravatar
Pencari Berita Wilayah Cirebon Kota