Tim Terpadu P4GN untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Caranya Harus Ekstrim

oleh -1 views

Foto : BNN bentuk Tim Terpadu P4GN

INFOCRB.COM, CIREBON.- Peredaran gelap narkoba menjadi kejahatan yang dikategorikan ekstrim, tidak terkecuali di Kota Cirebon.

Oleh karena itu, pemerintah, terutama stakeholder terkait juga harus melakukan upaya pencegahan secara ekstrim. Hal itu diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis usai membuka Rapat Koordinasi program pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama tim terpadu P4GN tingkat Kota Cirebon, Kamis (5/11/2020).

“Narkoba ini kejahatan ekstrim, sehingga pencegahannya harus dilakukan secara ekstrim, tidak dengan cara pembinaan dan penyuluhan lagi, kita perlu cara ekstrim,” ungkapnya.

Upaya pencegahan secara ekstrim yang dimaksud, kata Azis, bukan pencegahan secara kekerasan dan bukan saja menghukum dengan hukuman yang keras, akan tetapi upaya ekstrim yang bisa menyentuh para pelaku, agar mereka bisa sadar dan jera sehingga setelah direhab, para pelaku bisa kembali beraktifitas secara positif berbaur dengan masyarakat.

“Pencegahan ekstrim itu cukup dengan pola yang ekstrim, ekstrim dalam pencegahan, bukan ekstrim dalam hukuman, contoh anak- anak yang terjaring kasus narkoba, maka orang tua harus diberikan pembinaan,” jelas Azis.

Dengan demikian, kata Azis, Forkopimda, termasuk BNN harus bersinergi melakukan upaya pencegahan-pencegahan ekstrim yang dimaksud.
Formulasi-formulasi yang cocok harus dicari dan disepakati bersama, agar Kota Cirebon bisa menjadi kota yang bersih dari peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Kita harus menemukan cara menekan laju kasus narkoba, buka hanya fokus pada menangkap pengedar-pengedarnya, cari cara ekstrim yang elegan,” kata Azis.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, AKBP Yaya Satyanagara menambahkan, upaya Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dimaksimalkan, dan pada rakor tersebut, BNN bersama Forkopimda Kota Cirebon membahas mengenai upaya yang jitu untuk menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba.

“Kita harus melakukan upaya pencegahan secara masif, saat ini kita merintis adanya acara pemeriksaan singkat bagi penyalahguna dibawah 1 gram, kita lakukan interogasi, semacam tipiring lah,” ungkap Yaya.

Ditambahkan Yaya, hasil rakor akan ditindaklanjuti dalam bentuk aksi-aksi ekstrim seperti yang dimaksudkan Walikota.

“Penyalahguna, dia itu korban, jadi nanti tetap beracara, nanti sidang satu hari full di tempat rehab, hari ini kita gebrak Forkopimda, nanti akan ada pertemuan lanjutan, membahas khusus upaya ekstrim ini,” kata Yaya. (Pey)

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan