BeritaCirebon

TPS Cipto Ditutup, Empat TPS Lain Kena Imbas

Foto : Dokumentasi

INFOCRB.COM, CIREBON.- Pasca ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) si jalan Cipto MK, belum ada sistem TPS Mobile seperti yang diwacanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sehingga pengangkutan sampah masih dilakukan di depan TPS yang sudah ditutup, karena dump truck DLH masih melayani gerobak sampah yang datang.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH, Gandi mengakui bahwa hingga saat ini, masih ada dump truck yangg standbay di lokasi TPS yang ditutup untuk mengangkut sampah, hal ini dikarenakan wacana TPS mobile belum bisa diterapkan.

Namum demikian, dalam waktu dekat DLH akan menerapkan sistem baru sembari menunggu penerapan TPS mobile yang masih menemui beberapa kendala.

Dijelaskan Gandi, dengan ditutupnya TPS di jalan Cipto MK, pihaknya tidak ingin malah memindahkan kekumuhan di kawasan perkotaan, terutama di jalan-jalam protokol, oleh karena itu, sementara sambil menunggu sistem mobile, DLH sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar setelah dump truck tak lagi stanby di eks TPS Cipto, warga membuang ke lokasi lain yang ditentukan.

“Saya tidak ingin memindahkan kekumuhan ke jalan protokol, kemarin ada beberapa titik yang ditentukan, namun hanya bisa dijemput dengan pick up, meskipun terbatas,” jelas Gandi.

Dari pemantauan dan evaluasi DLH, lanjut Gandi, ditutupnya TPS Cipto berdampak pada empat TPS lain, seperti TPS di jalan Bypass-Brigjen Dharsono, TPS di jalan Rajawali-Drajat, TPS Gunung Sari dan TPS Sukalila. Oleh karena itu, sistem pengelolaan sampah di empat TPS dirubah dan ritasi pengangkutan sampahnya akan ditambah.

Baca Juga:  Tes Swab di Kabupaten Cirebon, Lebihi Target 1 Persen Jumlah Penduduk

Di TPS Jalan Bypass, kata Gandi, yang semula hanya dua kontainer satu dump truck, ditambah menjadi empat kontainer dan dua dump truck, untuk TPS di jalan Rajawali, yang tadinya hanya dua kontainer dan satu dump truck, akan ditambah menjadi tiga kontainer dan dua dump truck, TPS Sukalila, yang tadinya hanya tiga penarikan, maka akan ditambah menjadi 5 ritasi kontainer dan dua dump truck.

Sementara untuk TPS Gunung Sari, yang semula hanya melayani dua kontainer akan ditambah menjadi empat, plus dengan satu unit dump truck yang melakukan penyisiran.

“Efek TPS Cipto ditutup, ada empat TPS yang volumenya meningkat, karena per hari ada 50 gotrok, atau sampai 10 kontainer di TPS Cipto,” ujar Gandi.

Ditambahkan Gandi, pihaknya mengakui bahwa sistem TPS mobile belum bisa diterapkan, sehingga skema-skema tadi dipersiapkan untuk mengantisipasi penutupan TPS Cipto.

“TPS mobile belum bisa diterapkan, salahsatunya karena armada yang belum mencukupi, setelah ada Compactor, kita akan koordinasi lagi dengan masyarakat dan stake holder terkait,” tambah Gandi. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close