CirebonVirus Corona

Turut Terdampak Covid-19, 329 Guru Honorer Terima Bantuan

Foto : Bantuan dari Baznas Kota Cirebon diserahterimakan ke Guru Honorer

INFOCRB.COM, CIREBON.- 329 guru honorer non sertifikasi di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cirebon mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (9/7/2020).

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Baznas kepada 25 perwakilan penerima di kantor Kemenag dengan menerapkan protokol kesehatan maksimal.

Guru honorer yang diberikan bantuan adalah mereka yang menjadi tenaga pengajar non sertifikasi di madrasah-madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyyah (Mts) hingga Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Kota Cirebon.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cirebon, Moh Mulyadi menyampaikan, dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi juga dirasakan oleh para unsur honorer di bawah Kementrian Agama, dimana selain guru honorer non sertifikasi, masih banyak yang lain seperti penyuluh honorer dan guru ngaji.

“Semua masyarakat terdampak Covid-19, tidak terlepas Kemenag yang dibawahnya ada para guru honorer di madrasah,” ungkap Mulyadi.

Berangkat dari hal tersebut, pihak Kemenag menggandeng Baznas dan mengajukan mereka untuk bisa mendapatkan bantuan dari anggaran zakat, melihat mereka juga masuk dalam salahsatu mustahiq yang berhak menerima zakat.

“Maka kami berempati, khususnya guru honorer yang penghasilannya tidak seberapa untuk kita bantu, maka dari itu kita koordinasi dengan Baznas dan direspon baik, sehingga Baznas ikut membantu,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, kedepan Kemenag akan meningkatkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di lingkungan kantornya, karena menurut perhitungan, UPZ di Kemenag mempunyai potensi zakat yang besar, sehingga jika pengumpulannya dimaksimalkan, maka dana zakat bisa dialokasikan untuk membantu unsur yang ada dibawahnya, seperti honorer madrasah non sertifikasi dan penyuluh agama honorer.
“Kita akan tingkatkan peran UPZ, supaya zakat yang terkumpul bisa membantu semua unsur yang kita bawahi,” ujar Mulyadi.

Baca Juga:  Minta PSBB Tidak Diperpanjang, Pekerja Seni : Kami Ingin Manggung

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon, M Taufik S Ag mengatakan, apapun persoalan yang terjadi ditengah masyarakat, sepanjang memenuhi asnaf zakat, maka Baznas akan berupaya ikut memberikan bantuan.

“Kita akan terus distribusikan bantuan, selama memenuhi ketentuan zakat,” ungkap Taufik.

Dijelaskan Taufik, anggaran zakat yang masuk di Baznas merupakah titipan dari para muzaki, sehingga setelah terkumpul, tugas Baznas selanjutnya adalah menyalurkan dana zakat tersebut kepada yang berhak.

“Uang yang datang ke Baznas adalah uang zakat para muzaki, zakat profesi dan lain-lain, jadi sudah seharusnya kami distribusikan,” jelas Taufik.

Diharapkan Taufik, bantuan yang diberikan kepada 329 guru honorer non sertifikasi di lingkungan Kemenag kemarin bisa diterima dan bermanfaat, sehingga sedikitnya bisa membantu mereka bertahan ditengah dampak pandemi saat ini.

“Karena dalam kondisi Covid-19 ini, mereka terkena dampak secara ekonomi, mudah-mudahan ini bisa meringankan beban. Baznas akan terus berupaya membantu berbagai sektor,” pungkasnya. (Pey)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close