Uji Karbohidrat (Amilum) Pada Makanan Pakai Betadine? Kok Bisa? Cari Tau Yuk

oleh -1.794 views

INFOCRB.COM, HEALTH – Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh manusia. Karbohidrat tersusun dari senyawa karbon yang banyak dijumpai di alam, terutama sebagai penyusun utama jaringan tumbuhan-tumbuhan. Karbohidrat selain berfungsi untuk menghasilkan energi, juga mempunyai fungsi yang lain bagi tubuh. Fungsi lain karbohidrat yaitu pemberi rasa manis pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, membantu pengeluaran feses.

Karbohidrat dikenal ada tiga kelompok utama yaitu gula sederhana (monosakarida), oligosakarida, dan polisakarida (Rahmawati, 2016). Monosakarida yang terpenting adalah glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Oligosakarida yang umum adalah disakarida, yang terdiri atas dua satuan monosakarida dan dapat dihidrolisis menjadi monosakarida seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa. Polisakarida merupakan karbohidrat yang tersusun lebih dari sepuluh satuan monosakarida dan dapat berantai lurus atau bercabang. Jenis dari polisdakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa. Menurut Edahwati (2010), kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi manusia adalah amilum.

Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut di dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Amilum disimpan oleh tumbuhan hijau sebagai sisa dari proses fotosintesis dan difungsikan sebagai cadangan makanan. Contoh bahan makanan yang mengandung amilum seperti gandum, jagung, beras, kentang, dan padi-padian lainnya. Karena jumlahnya yang banyak dan kemudahannya untuk dicerna oleh enzim pencernaan manusia maka amilum merupakan sumber energi yang murah bagi manusia (Rozalina, 2017). Uji amilum pada bahan makanan dapat dianalisa secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisa kuantitatif digunakan untuk menganalisa jumlah karbohidrat didalam bahan makanan. Sedangkan analisa kualitatif di gunakan untuk menganalisa ada tidaknya karbohidrat dalam bahan makanan. Salah satu cara uji amilum secara sederhana yang bisa dilakukan dirumah secara kualitatif yaitu dengan menggunakan indikator betadine.

Betadine merupakan obat luka atau antiseptik yang mampu membunuh mikroorganisme penyebab infeksi baik gram positif, gram negatif, maupun yang resisten terhadap antibiotik (Rahmawati, 2014). Betadine dapat digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum) atau tidak. Kandungan utama dari betadine adalah iodine, dimana iodine mampu berikatan dengan amilum. Bila makanan yang ditetesi betadine berubah warna menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat (amilum). Hal tersebut diakibatkan oleh adanya ikatan yang terjadi antara iodin yang terkandung pada betadine dengan amilum yang ada pada bahan makanan membentuk kompleks warna biru kehitaman. Menurut Hanum (2019), semakin hitam warna betadine yang ditimbulkan berarti makanan tersebut banyak kandungan amilumnya.

Pengujian dilakukan pada beberapa sampel bahan makanan yaitu Nasi, Biskuit, Kerupuk, Tepung tapioka, dan Gula Pasir menggunakan betadine. Adapun alat yang digunakan adalah mangkok sebagai wadah sampel. Langkah pertama, disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Letakkan masing-masing sampel dalam mangkok. Langkah selanjutnya, betadine diteteskan pada masing-masing sampel bahan makanan sebanyak 5-10 tetes. Setelah itu, tunggu beberapa menit lalu diamati perubahan warna pada masing-masing sampel. Reaksi yang terjadi apabila sampel mengandung amilum, terbentuknya ikatan antara iodin dan amilum dan membentuk kompleks warna biru kehitaman. Namun, jika sampel tidak mengandung amilum maka betadine akan tetap berwarna seperti aslinya.

Pengujian amilum pada nasi

Nasi yang ditetesi dengan betadine berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu menunjukkan bahwa nasi mengandung karbohidrat (amilum). Nasi berasal dari beras yang telah dimasak. Di dalam beras putih terkandung 85-95% pati, 2-2,5% pentosa, dan 0,6-1,1% gula. Rangka struktur pati terdiri atas dua komponen utama yaitu amilosa dan amilopektin yang tersusun oleh rangkaian unit-unit (glukosa) yang saling berikatan.

Pengujian amilum pada biskuit

Biskuit yang telah dihancurkan ditetesi dengan betadine berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu menunjukkan bahwa biskuit mengandung karbohidrat (amilum). Biskuit merupakan salah satu produk pangan olahan yang berbahan dasar tepung terigu. Terigu adalah tepung atau bubuk halus yang berasal dari bulir gandum. Kandungan utama tepung ini adalah pati, yaitu karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air.

Pengujian amilum pada kerupuk

Kerupuk ditetesi dengan betadine berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu menunjukkan bahwa biskuit mengandung karbohidrat (amilum). Kerupuk adalah jenis makanan kering yang terbuat dari bahan-bahan yang mengandung pati cukup tinggi. Di dalam proses pembuatan kerupuk, pati tersebut harus mengalami proses gelatinisasi akibat adanya penambahan air serta perlakuan pemanasan terhadap adonan yang terbentuk.

Pengujian amilum pada tepung tapioka

Tepung tapioka yang ditetesi dengan betadine berubah warna menjadi biru kehitaman. Hal itu menunjukkan bahwa tepung tapioka mengandung karbohidrat (amilum). Tepung tapioka merupakan kelompok dari tepung terigu yang terbuat dari pati singkong. Dalam tepung tapioka terdapat kada rair 70%, pati 24%, serat 2%, protein 1% serta komponen lain (mineral, lemak, gula) 3%.

Pengujian amilum pada gula pasir

Gula pasir yang ditetesi dengan betadine berubah warna menjadi cokelat. Hal itu menunjukkan bahwa gula pasir tidak mengandung karbohidrat (amilum). Gula pasir tidak mengandung amilum karena gula pasir mengandung jenis gula disakarida yaitu sukrosa. Sehingga iodin yang ada dalam betadine tidak berikatan dengan amilum.

Betadine dapat digunakan sebagai indikator uji adanya amilum pada bahan makanan karena di dalam betadine terdapat kandungan iodin yang dapat berikatan dengan amilum. Apabila pada suatu bahan makanan mengandung amilum maka akan menimbulkan perubahan warna menjadi biru kehitaman setelah penambahan betadine. Pengujian dengan berbagai bahan makanan yaitu nasi, biskuit, kerupuk, tepung tapioka, dan gula pasir yang ditetesi dengan betadine dapat diambil kesimpulan mengenai kandungan dalam bahan makanan. Ada beberapa bahan yang teridentifikasi mengandung amilum dan ada pula yang tidak mengandung amilum. Yang mengandung amilum yaitu nasi, biskuit, tepung tapioka dan kerupuk sedangkan gula pasir tidak mengandung amilum.

Penulis: Maya Sulastri

MADING CRB ADALAH KATEGORI BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Komentar on Facebook

Tentang Penulis INFOCRB

Gambar Gravatar
Digital Media Informasi & Hiburan