BeritaBisnisCirebon

UMKM Butuh Akses yang Leluasa Terhadap Ekonomi Digital

Foto : Humas Kominfo RI

Berbagai upaya untuk memberikan akses terhadap UMKM, terutama akses terhadap digitalisasi.

INFOCRB.COM, JAKARTA.- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan penopang ekonomi nasional. Jumlahnya meliputi 60 juta di seluruh Indonesia. Namun demikian mereka pada umumnya masih mengalami hambatan akses baik terhadap finansial, informasi, maupun juga akses terhadap pasar yang lebih besar. Demikian disampaikan Agung Bezharie (Co-Founder/CEO Warung Pintar) pada diskusi bertajuk Synergistic Collaboration among Corporates, Startups, SMEs, & Government di ajang Connect 2019, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (1/11).

“Untuk itulah Warung Pintar lahir. Warpin lahir berangkat dari statistik bahwa dari UMKM di seluruh Indonesia yang sejumlah 60jt, 90 persenya adalah usaha mikro. Warpin melihat peluang untuk meningkatkan performance usaha mikro tersebut melalui pembukaan akses,” ujar Agung.

Berbagai upaya untuk memberikan akses terhadap UMKM, terutama akses terhadap digitalisasi juga telah banyak dilakukan oleh banyak pihak. Salah satu contohnya adalah pendirian Rumah Kreatif BUMN yang merupakan kolaborasi BUMN untuk menghadirkan akses kepada dunia digital kepada UMKM di berbagai daerah. Bank Mandiri dan Telkom merupakan dua BUMN yang banyak terlibat dalam program digitalisasi UMKM ini.

Hery Sofiaji (AVP Micro Development and Agent Banking Group Bank Mandiri) dalam forum tersebut menyampaikan bahwa Bank Mandiri telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 150 triliun kepada UMKM, 47 triliun di antaranya potensial diberikan kepada UMKM yang bersifat digital.

Selain ikut memodali UMKM atau startup, Bank Mandiri juga terjun ke dalam industri fintech lending, dengan cara melakukan “co-opetition”, kompetisi dalam kooperasi, dengan fintech lain. Jadi, kehadiran fintech bagi Bank Mandiri tak dipandang semata-mata sebagai kompetitor yang tidak bisa diajak bekerja sama.

“Ada peluang sekaligus tantangan dalam industri fintech,” tutur Hery.

Telkom yang juga telah dikenal sebagai perusahaan berlatarbelakang teknologi digital juga telah membangun lebih dari 50 unit Rumah Kreatif BUMN.

Dalam meuwujudkan visi untuk menjadi salah satu lokomotif pengembangan ekonomi digital, Telkom berkiprah melalui berbagai program, salah satunya melalui program inkubator bisnis “Indigo” dan digital valley di 4 kota di Indonesia. Melalui program inkubasi ini, diberikan bantuan pendanaan dan akses pasar kepada para startup binaan.

“Dalam perkembangannya, kualitas startup sangat variatif sehingga dibutuhkan asistensi yang lebih intens. Untuk itu dibangun DILO di berbagai tempat di seluruh Indonesia,” tutur Joddy Hernady. (Rilis/Agi)

Komentar on Facebook

Loading...
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close